Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Provisi Gede, Laba Bank-Bank Eropa Kalah Saing dari Kompetitor di AS

Sebanyak 10 bank terbesar Eropa diperkirakan menyisihkan sekitar US$15 miliar pencadangan pada kuartal IV tahun lalu.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  15:18 WIB
BNP Paribas Investment Partners - Istimewa
BNP Paribas Investment Partners - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perbankan di Eropa diperkirakan tak mampu menyamai raihan laba kuartal IV/2020 peer atau kompetitor mereka di Amerika Serikat seiring dengan penyisihan pencadangan yang naik untuk kredit bermasalah dan kondisi bisnis perdagangan ekuitas yang kurang baik.

Sebanyak 10 bank terbesar Eropa diperkirakan menyisihkan sekitar US$15 miliar pencadangan pada kuartal IV. Dengan demikian, sepanjang 2020 nilai pencadangan kesepuluh bank tersebut senilai US$61,5 miliar atau rekor tertinggi sejak 2012, menurut para analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Di sisi lain, bank-bank besar di AS justru mampu meningkatkan laba mereka dengan melepaskan dana pencadangan yang telah disisihkan pada awal tahun.

"Bank-bank Eropa menyisihkan pencadangan sebisa mungkin," kata seorang analis di Janus Henderson Iacapo Dalu, seperti dilansir Bloomberg, Senin (25/1/2021).

Menurut Dalu, kemampuan mencetak laba bank-bank Eropa masih lemah dan akan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan dengan wilayah lain.

Bank-bank di Benua Biru merasa lebih optimistis dan menggunakan relaksasi aturan dari regulator untuk mencegah pukulan besar pada awal periode virus corona merebak. Sementara, bank-bank besar di AS telah sigap untuk menyisihkan miliar dolar AS untuk provisi.

Sementara, 5 bank investasi terbesar di AS, yang nilai profit secara total sebesar US$30 miliar pada kuartal IV, melihat pendapatan dari bisnis fixed-income mereka naik sekitar 10 persen secara tahunan, sedangkan bisnis ekuitas naik 35 persen. Hal ini berbeda dari tiga bulan sebelumnya, ketika bank mencatat keuntungan terbesar dalam perdagangan obligasi.

Pada kuartal III lalu, bank-bank di Eropa mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan para kompetitor di AS karena dukungan bisnis di segmen pendapatan tetap. Namun, saat ini bank-bank Eropa berjuang menekan kerugian di bisnis ekuitas.

Rata-rata, analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan perbankan Eropa akan membukukan pendapatan yang lebih kecil, bahkan mengalami penurunan di bisnis perdagangan saham, dan di saat yang sama juga memperbaiki kinerja di bisnis fixed-income.

Bank asal Prancis, BNP Paribas SA dan Societe Generale SA menyatakan melihat pendapatan dari bisnis ekuitas akan terkoreksi pada kuartal IV secara tahunan. Kedua bank telah berusaha untuk menumbuhkan bisnis tersebut, tetapi mereka tersandung ketika pembatalan dividen perusahaan selama pandemi menyebabkan kerugian pada kontrak investasi terkait.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa perbankan amerika serikat kinerja bank

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top