Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Buat Marketplace Sampai Gandeng Fintech, Ini Dukungan OJK untuk UMKM

Berbagai kebijakan bagi UMKM tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan peran sektor keuangan sebagai katalis pemulihan ekonomi nasional.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  23:47 WIB
Pekerja memotret produk sepatu Prospero yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020). - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Pekerja memotret produk sepatu Prospero yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020). - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal melakukan integrasi dari hulu ke hilir di sisi ekosistem lembaga jasa keuangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan hal ini termasuk penyediaan alternatif pembiayaan sampai pemasaran produk UMKM dan kelompok usaha ultra mikro.

"Salah satunya, kami akan memperluas akses UMKM terutama KUR [Kredit Usaha Rakyat] melalui program KUR klaster di seluruh Indonesia. Ini sudah ada di tiga tempat, di Lampung, Sumatra Selatan, dan juga di Malang, Jawa Timur," paparnya dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021, Jumat (15/1/2021).

Kemudian, digitalisasi proses KUR menyusul pilot project yang sukses berjalan di Bali; digitalisasi Bank Wakaf Mikro; serta kolaborasi antara industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan teknologi finansial Peer-to-Peer (P2P) lending melalui skema channeling serta referral.

Wimboh melanjutkan pihaknya akan membina para UMKM dalam hal produksi dan pengemasan barang. OJK juga tengah membuat marketplace yang diberi nama UMKM-MU.

"Jadi produk UMKM bisa dijual melalui marketplace UMKM-MU dengan gratis," tambahnya.

OJK mencatat selama pandemi Covid-19 hingga akhir Desember 2020, program restrukturisasi kredit perbankan sudah mencapai Rp971 triliun. Dari angka itu, Rp386,6 triliun di antaranya untuk UMKM yang berjumlah 5,8 juta debitur.

Adapun restrukturisasi dari perusahaan pembiayaan tercatat menyentuh Rp189,96 triliun dari 5 juta kontrak pembiayaan, atau sekitar 48,52 persen dari total pembiayaan. Mayoritas ditujukan untuk nasabah individu dan UMKM.

Wimboh menyampaikan berbagai kebijakan strategis itu disusun dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia 2021-2025 dan diharapkan mampu mengoptimalkan peran sektor keuangan sebagai katalis pemulihan ekonomi nasional.

"Harapannya, Master Plan ini dapat menjawab tantangan jangka pendek sebagai akibat dari pandemi Covid-19 dan tantangan struktural dalam mewujudkan sektor jasa keuangan nasional yang berdaya saing, kontributif dan inklusif," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm OJK
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top