Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182, AP II Terjunkan Personel ARFF

Tugas utama ARFF adalah melakukan penanggulangan keadaan darurat baik di sisi udara (air side) dan di sisi darat (land side) di bandara sesuai standar yang ditetapkan regulator.  
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  22:20 WIB
Sejumlah penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). - Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). - Antara/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA –  Sejumlah personel Divisi Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) Bandara Soekarno-Hatta ditugaskan dalam operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021. 

VP of Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano menuturkan personel ARFF tersebut bertugas mendukung operasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Jumlah personel yang terlibat di operasi SAR Sriwijaya SJ 182 disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Misalnya sejak minggu lalu bertugas 6 personel, di mana kemudian jumlah personel bisa berkurang dan bertambah sesuai kebutuhan Tim Basarnas.

“Personel ARFF yang terlibat dalam operasi SAR Sriwijaya SJ 182 memiliki keahlian sebagai Building Prevention Officer dan Aircraft Rescue & Fire Fighter. Mereka ditugaskan mendukung Tim Basarnas di Posko Operasi SAR Pelabuhan Tanjung Priok dan di atas kapal, tidak melakukan penyelaman karena mereka tidak memiliki lisensi untuk itu,” ujarnya, Kamis (14/1/2021).

Yado Yarismano menuturkan tidak ada batas waktu bagi personel ARFF untuk turut terlibat di operasi SAR ini. 

Menurutnya sepanjang personel dibutuhkan, maka akan ditugaskan di Posko Operasi SAR Pelabuhan Tanjung Priok. Sejalan dengan itu, Divisi ARFF Bandara Soekarno-Hatta melakukan pengaturan personel agar tetap dapat memenuhi standar kesiapan dan kesigapan dalam menjaga aspek keselamatan penerbangan khususnya di bandara.

ARFF Bandara Soekarno-Hatta diklaim merupakan salah satu divisi ARFF terbaik di Indonesia. Tugas utama ARFF adalah melakukan penanggulangan keadaan darurat baik di sisi udara (air side) dan di sisi darat (land side) di bandara sesuai standar yang ditetapkan regulator.  

Minimal satu kali dalam setahun, Divisi ARFF di seluruh bandara PT Angkasa Pura II mengasah kemampuan dan skill lewat Airport Emergency Exercise yang merupakan simulasi penanganan keadaan darurat. 

Adapun, sejak tahun lalu PT Angkasa Pura II meningkatkan program pelatihan berbasis teknologi Virtual Reality (VR). 

Teknologi VR untuk pelatihan ini sangat relevan dalam situasi seperti sekarang. Karena di tengah pandemi ini bukan berarti proses pelatihan dan belajar berhenti bagi personel ARFF, justru seharusnya bisa lebih intens dengan menggunakan teknologi salah satunya adalah teknologi VR. 

Pada pelatihan berbasis teknologi VR ini, personel ARFF berlatih dengan menggunakan modul Fire Emergency Response sebagai simulasi dalam menangani keadaan darurat di sisi udara Bandara Soekarno-Hatta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sriwijaya Air angkasa pura ii
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top