Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Derazona: Influencer Hobi Sewa Helikopter Demi Konten

Derazona Air Services menyebut influencer lebih sering menyewa helikopter untuk kepentingan pembuatan konten selama pandemi Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  19:22 WIB
Ilustrasi wisata memakai helikopter. - viatour.com
Ilustrasi wisata memakai helikopter. - viatour.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Derazona Air Services mengalami peningkatan permintaan sewa helikopter dari para influencer selama pandemi ini tetapi tidak banyak untuk layanan evakuasi medis atau Heli Medis akibat persyaratan yang lebih ketat dan lebih mahal selama pandemi covid-19.

Ramadi Widyardiono, Business Development Manager PT Derazona Air Service, mengatakan tren sewa helikopter secara umum memang turun karena adanya persyaratan yang menambahkan protokol kesehatan. Dia juga menilai tak adanya permintaan charter khusus disebabkan kondisi pandemi.

Selama ini, kata dia, segmen penyewa biasanya merupakan pebisnis untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Namun, justru tahun ini akan lebih banyak influencer yang melakukan charter dengan kepentingan membuat konten.

“Segmen penyewa biasanya businessperson untuk mempersingkat waktu perjalanan, tahun ini lebih banyak VIP/influencer yang charter untuk content creation. Justru tidak banyak perubahan untuk permintaan medivac flight. Disebabkan persyaratan untuk medivac Covid-19 yang sulit dan lebih mahal,” ujarnya kepada Bisnis.com, Jumat (8/1/2021).

Pihaknya saat ini hanya menyiagakan 2 armada untuk charter baik dengan tipe mesin tunggal (single engine) maupun tipe mesin ganda (twin engine type). Namun, sejauh ini tingkat permintaan sewa masih kurang dapat menopang produksi jam terbang.

“Kami hanya berharap ada perbaikan kondisi bisnis, sehingga pencharter dapat kembali seperti tahun-tahun sebelumnya,” tekannya.

Di sisi lain, Garuda Indonesia juga mengembangkan bisnis penerbangan charter baik untuk charter pribadi atau private dan charter logistik melalui layanan pengangkutan kargo udara.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan kinerja penurunan penumpang berbanding terbalik dari aktivitas pergerakan kargo dan sewa pesawat atau charter. Sepanjang kuartal III/2020 pergerakan kargo yang diangkut maskapai pelat merah ini ini naik menjadi 50,5 ribu ton dari kuartal sebelumnya sebesar 41,3 ribu ton. Berdasarkan data yang dimiliki, maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut telah berhasil mengangkut kargo sebesar 62,4 persen dibandingkan dengan pada kondisi normal.

Alhasil pada Oktober 2020, maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut berhasil meningkatkan jumlah kargo rata –rata menjadi 21.980 ton dan telah mencapai 83 persen dari kargo tahun lalu. Kinerja serupa ditunjukkan oleh penerbangan charter atau sewa yang pada Oktober 2020 rata-rata telah meningkat menjadi 254 penerbangan atau telah mencapai 56,4 persen dari penerbangan charter tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Helikopter
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top