Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gokil! Elon Musk Resmi Terkaya Sejagat, Saham Tesla (TSLA) Masih Terbang Lagi

Saham Tesla Inc, produsen mobil listrik ternama, merupakan penyumbang kekayaan terbesar Elon Musk
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 08 Januari 2021  |  22:50 WIB
CEO Volkswagen AG Herbert Diess dan CEO Tesla Motors Elon Musk (kanan) berswafoto dalam pertemuan keduanya minggu lalu (3/9/2020) di Jerman - LinkedIn Herbert Diess.
CEO Volkswagen AG Herbert Diess dan CEO Tesla Motors Elon Musk (kanan) berswafoto dalam pertemuan keduanya minggu lalu (3/9/2020) di Jerman - LinkedIn Herbert Diess.

Bisnis.com, JAKARTA - Kekayaan Elon Musk terus bertambah meski telah resmi dinobatkan sebagai orang paling kaya sejagat. 

Dalam pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (8/1/2021) di Bursa Nasdaq, Amerika Serikat, hingga pukul 10.16 waktu setempat, harga saham Tesla, penyumbang kekayaan terbesar Musk, yakni Tesla Inc terus menanjak. Tercatat saham perusahaan kembali naik 6,9 persen atau bertambah US$56,32. Dengan capaian ini harga saham Tesla menjadi US$872,36 per lembar. 

Maka dengan capaian ini, bos Tesla Inc. serta SpaceX itu meneguhkan namanya sebagai orang terkaya sejagat.

Reli hingga 4,8 persen harga saham produsen mobil listrik pada Kamis mendorong Musk melewati pendiri Amazon.com Inc. Jeff Bezos.

Saham Tesla

Setelah pengumuman Elon Musk sebagai orang terkaya sejagat karena kenaikan saham Tesla, pada perdagangan saat ini, Jumat (8/1/2021), rekor itu masih terus akan berubah seiring lonjakan harga saham./Bloomberg.

Sebelumnaya pada Kamis (7/1/2021) waktu  New York, kekayaan bersih insinyur kelahiran Afrika Selatan itu mencapai US$188,5 miliar sehari sebelumnya. 

Kekayaan Musk sekitar US$1,5 miliar lebih banyak dari aset Bezos, yang telah memegang posisi teratas sejak Oktober 2017.

Melonjaknya kekayaan Musk yakni reli harga saham Tesla. Sepanjang 2020 saja, Saham Tesla telah melonjak 743 persen. Reli itu juga membuat perusahaan terdaftar dalam Indeks S&P 500. 

Perusahaan Musk ini bahkan diramalkan menangguk keuntungan lebih lanjut karena Partai Demokrat dan Presiden Biden merupakan pendorong energi bersih.

Musk tercatat menguasai 20 persen saham Tesla. Selain itu dia memiliki sekitar US$42 miliar dari keuntungan saham yang belum direalisasi pada opsi saham pribadi.

Nilai ini dia peroleh dari dua hibah pada 2012 dan 2018, yang terakhir merupakan kesepakatan pembayaran terbesar yang pernah dicapai antara CEO dan dewan perusahaan.

Terlepas dari keuntungan astronomisnya, Musk mengatakan dia memiliki sedikit minat pada hal-hal material dan memiliki sedikit aset di luar sahamnya di Tesla dan SpaceX.

Dia mengatakan kepada Axel Springer dalam sebuah wawancara bulan lalu bahwa tujuan utama kekayaannya adalah untuk mempercepat evolusi umat manusia menjadi peradaban luar angkasa.

“Saya ingin bisa berkontribusi sebanyak mungkin untuk kota di Mars,” kata Musk. “Itu berarti modal yang banyak.”

Musk mentweet "Aneh sekali," setelah laporan tentang status barunya dipublikasikan, lalu menambahkan "Baiklah, kembali bekerja."

Sebanyak 500 orang paling tajir di dunia mengukir peningkatan kekayaan US$1,8 triliun sepanjang pandmi 2020 lalu. Nilai itu setara peningkatan aset hingga 31 persen. Namun, sebaran keuntungannya tidak proporsional. Lima orang memiliki kekayaan lebih dari US$100 miliar dan 20 lainnya bernilai setidaknya US$50 miliar.

Selain Musk, rekor orang terkaya yang mengejutkan adalah masuknya Zhong Shanshan dari China dan melampaui Warren Buffett melalui saham perusahaan air kemasannya. Dia menambahkan US$15,2 miliar ke daftar kekayaannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya elon musk tesla
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top