Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Foto udara pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk. di Kecamatan Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (24/8/2020). - ANTARA FOTO/Jojon
Lihat Foto
Premium

Nikel, Baterai Litium, & Mimpi RI Jadi Produsen Kendaraan Listrik

Indonesia mencanangkan untuk memproduksi sekitar 14 juta kendaraan bermotor listrik pada 2035, yang terdiri atas 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com
07 Januari 2021 | 14:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia segera menjadi negara pertama di dunia yang akan memiliki industri baterai kendaraan listrik terintegrasi mulai dari pertambangan hingga pabrik sel baterai litium, sekaligus menjadi produsen kendaraan listrik.

Mimpi menjadi salah satu pemain besar di industri kendaraan listrik dunia semakin nyata dengan adanya komitmen investasi jumbo dari LG Energy Solution, anak usaha dari LG Chem Ltd., asal Korea Selatan. 

Pada 18 Desember 2020, salah satu pemain baterai kendaraan listrik terbesar di dunia itu telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Pemerintah Indonesia untuk membangun industri baterai kendaraan listrik di Indonesia dengan total investasi senilai US$9,8 miliar atau setara Rp142 triliun.

"LG Group juga menggandeng beberapa perusahaan, salah satunya Hyundai.  Itu kami sudah melakukan tanda tangan MoU untuk pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu ke hilir.  Kalau boleh saya katakan ini adalah pertama di dunia karena mulai dari tambangnya, smelter, prekursor, katoda, mobilnya, sampai recycle-nya, itu semuanya akan dibangun di Indonesia," ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (30/12/2020).

Dia mengungkapkan bahwa negosiasi dengan investor Korea Selatan ini telah dimulai sejak 2019 sebagai tindak lanjut pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Busan, Korea Selatan pada 25 November 2019.  

MoU tersebut rencananya segera ditindaklanjuti dengan penandatanganan head of agreement (HoA) antara konsorsium BUMN dan LG Energy Solution pada Januari 2021 dan pembangunan tahap pertama direncanakan dilakukan bulan berikutnya.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Berlangganan Sekarang
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
back to top To top