Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenhub Mau Siapkan Bus Autonomous di Puncak Bogor

Kemenhub menyiapkan bus autonomous rapid transit untuk mengatasi masalah kemacetan di Puncak Bogor.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  10:52 WIB
Sejumlah kendaraan memadati jalur Puncak di Gadog, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/6//2019). Memasuki libur hari kedua Lebaran, wisatawan mulai memadati jalur Puncak Bogor sehingga Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup serta pemberlakuan
Sejumlah kendaraan memadati jalur Puncak di Gadog, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/6//2019). Memasuki libur hari kedua Lebaran, wisatawan mulai memadati jalur Puncak Bogor sehingga Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup serta pemberlakuan "contraflow" untuk mengurai kemacetan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan sejumlah solusi jangka panjang guna menyelesaikan kemacetan di jalur Puncak, Bogor. Rencananya, pemerintah akan membuat bus autonomous rapid transit (ART) pertama di Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak pemangku kepentingan lainnya di kawasan Puncak untuk menjadikan wilayah tersebut ramah pengunjung dan masyarakat di sekitarnya.

"Secara holistik Puncak menjadi bagian Bogor, Sukabumi, Cianjur [Bobumjur] daerah yang harus diselesaikan secara alami tetap lestari tetapi bagaimana pengendalian puncak secara lebih menyeluruh," ujarnya, Selasa (29/12/2020).

Kemenhub terangnya, sudah melakukan berbagai upaya, jangka pendek dan menyiapkan upaya jangka panjang. Selama ini untuk jangka pendek terangnya, buka tutup jalur Puncak menjadi solusi, dan pada waktu tertentu diperpanjang ada satu arah.

Selain itu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga seluruh pemangku kepentingan melakukan uji coba rekayasa jalur puncak dengan sistem 2-1 pada 2019.

"Kami ingin narasi lebih komprehensif dan bisa beri solusi kepada masyarakat. Contoh jangka panjang memberi subsidi bus sehingga bus ke sana kami suplai dan subsidi, masyarakat yang hanya memiliki angkot bisa gabung satu koperasi untuk lebih besar," terangnya.

Budi Karya menerangkan bus yang digunakan untuk masyarakat pun memakai bus yang mewah. Menhub juga menyarankan agar hotel-hotel memiliki bus agar pengunjung tidak menggunakan mobil menuju tempat tujuan wisata.

"Kami berpikir bila mungkin membuat bus autonomous rapid transit [ART], angkutan massal berupa kereta tetapi memakai ban sehingga kapasitasnya besar," tuturnya.

Dia menegaskan kawasan Puncak ini harus dapat dikendalikan permintaannya. Hal ini yang dinilainya tak mudah karena harus melihat faktor sosial, budaya ekonomi yang cukup kompleks.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub jalur puncak
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top