Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Jack Ma, ketika masih menjabat sebagai Komisaris Alibaba Group Holding Ltd., menjadi anggota panel sebuah sesi dalam acara konferensi Viva Technology di Paris, Prancis, Kamis (16/5/2019). - Bloomberg/Marlene Awaad
Premium

Investigasi China, Monopoli Alibaba, dan Tiarapnya Jack Ma

28 Desember 2020 | 19:21 WIB
Setelah Ant Group Co. batal menggelar Initial Public Offering (IPO) pada November 2020, Jack Ma seakan menghilang dari publik. Pendiri Alibaba, induk Ant, itu pun masih tak tampak setelah Pemerintah China merilis investigasi persaingan usaha terhadap perusahaannya.

Bisnis.com, JAKARTA – Sekitar setahun lalu, tepatnya pada 10 September 2019, Jack Ma muncul dengan pakaian ala bintang rock. Lengkap dengan wig panjang, jaket kulit dan kacamata hitam, serta gitar, dia tampil di panggung merayakan ulang tahun ke-20 Alibaba.

Bersama Lucy Peng dan Joe Tsai, yang turut mendirikan Alibaba bersama Ma, serta pimpinan komite teknologi Alibaba Wang Juan, Ma membawakan lagu-lagu pop China.

Penampilannya yang tak biasa–Ma biasanya mengenakan kemeja dan jas rapi–bukan hanya untuk memeriahkan ulang tahun perusahaan e-commerce raksasa itu. Kesempatan itu sekaligus menjadi 'perpisahannya' dengan Alibaba sebagai bagian dari manajemen aktif, menyerahkan kursi kepemimpinan resmi kepada Daniel Zhang.

Dalam acara berdurasi 4 jam yang digelar di stadion berkapasitas 80.000 orang di Hangzhou, China, yang menjadi lokasi kantor pusat Alibaba, dia menyampaikan pidato di hadapan 60.000 karyawan dan tamu yang hadir.

"Setelah malam ini, saya akan memulai hidup baru. Saya percaya dunia baik, ada banyak sekali kesempatan, dan saya menyukai hal-hal yang memberikan kegembiraan, oleh karena itulah saya akan pensiun dini," ujar Ma, ketika itu.

Saat itu, kapitalisasi pasar Alibaba sudah mencapai US$460 miliar dengan lini bisnis yang beragam, mulai dari layanan finansial, komputasi awan, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Jumlah karyawannya lebih dari 100.000 orang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top