Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utang Inggris Naik Tajam, Defisit Fiskal Bisa Bobol 19 Persen dari PDB

Potensi pukulan berarti bahwa defisit anggaran pada tahun fiskal 2020 secara keseluruhan bisa lebih besar dari 394 miliar pound atau sebesar 19 persen dari PDB - yang diprediksi oleh Office for Budget Responsibility bulan lalu.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  19:12 WIB
Perumahan di Wallsend, Inggris./Bloomberg - Matthew Lloyd
Perumahan di Wallsend, Inggris./Bloomberg - Matthew Lloyd

Bisnis.com, JAKARTA - Utang pemerintah Inggris naik ke rekor 240,9 miliar pound atau US$323 miliar (Rp4.586 triliun) dalam delapan bulan pertama tahun fiskal. Kondisi ini mencerminkan kerusakan yang ditimbulkan pada ekonomi yang sekarang berisiko jatuh kembali ke jurang resesi.

Pada November saja, pengeluaran pemerintah telah melebihi pendapatan pajak sebesar 31,6 miliar pound di tengah meningkatnya subsidi untuk mendukung perusahaan dan rumah tangga melalui pandemi Covid-19, dikutip dari rilis Kantor Statistik Nasional pada hari ini, Selasa (22/12/2020).

Ini membuat Inggris menghadapi defisit anggaran terbesar. Kantor Statistik Nasional mengkonfirmasi ekonomi rebound kuat di kuartal ketiga.

Tetapi kontraksi diperkirakan terjadi pada kuartal ini, dan harapan pemulihan awal tahun depan memudar setelah pemerintah memperketat pembatasan untuk memerangi virus Corona yang bermutasi dan beberapa negara Eropa melarang masuk dari Inggris.

Sementara itu, pembicaraan yang menemui jalan buntu atas kesepakatan perdagangan Brexit sedang menuju ke tepi jurang pada 31 Desember mendatang.

Berbagai ancaman menambah tekanan pada Kanselir Menteri Keuangan Rishi Sunak dan pembuat kebijakan Bank of England untuk meningkatkan dukungan fiskal dan moneter, dengan beberapa analis memprediksi ekonomi akan menyusut pada kuartal pertama tahun depan.

Potensi pukulan berarti bahwa defisit anggaran pada tahun fiskal 2020 secara keseluruhan bisa lebih besar dari 394 miliar pound atau sebesar 19 persen dari PDB - yang diprediksi oleh Office for Budget Responsibility bulan lalu. Ini adalah defisit terbesar di antara negara industri besar.

Skenario virus kasus yang lebih buruk dikombinasikan dengan Brexit tanpa kesepakatan dapat mendongkrak utang menjadi hampir 450 miliar pound pada 2020-2021, atau 125 persen dari PDB pada tahun 2022.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris defisit fiskal Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top