Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ancang-ancang Lepas Pandemi, Ini Garapan Emiten Properti 2021

Sejumlah emiten properti bersiap merealisasikan proyek-proyek baru. Harapannya tentu saja pandemi virus corona jeni Covid-19 segera berlalu.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  15:57 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan - Istimewa
Ilustrasi pembangunan perumahan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang 2020 menjadi tahun yang berat bagi sektor properti. Namun demikian, para pengembang properti tetap optimistis dengan kondisi properti di tahun depan.

Direktur PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono mengatakan kondisi sektor properti hunian tahun depan akan positif. Terlebih nantinya adanya vaksin sehingga dia meyakini kondisi properti hunian akan berangsur pulih.

Pada tahun depan, emiten berkode DILD ini akan menggarap sejumlah proyek klaster baru yakni di Talaga Bestari dan Magnolia Residence di Jakarta dan Tangerang.

"Lalu di proyek klaster baru juga dibangun di Graha Natura Surabaya. Selain itu, proyek Tierra Shophouse di Surabaya," ujarnya kepada Bisnis pada Jumat (4/12/2020).

Tahun depan, lanjutnya, tidak ada rencana penambahan land bank. Namun, pihaknya melakukan konsolidasi lahan yang sudah ada.

Archied menambahkan perusahaan berencana mengembangkan kawasan kota mandiri di Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Namun demikian, pihaknya belum mengetahui kepastian waktu dan juga nilai investasi pengembangan kawasan. Adapun perusahaan memiliki aset seluas 1.000 hektare di kawasan Maja yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.

Keoptimisan sektor properti tahun depan juga diyakini PT PP Properti Tbk. seiring dengan ketersediaan vaksin Covid-19 dan penurunan suku bunga.

Direktur Utama PT PP Properti Tbk Sinurlinda Gustina mengatakan sejumlah kebijakan keringanan bisnis sektor properti juga akan mendorong peningkatan kinerja 2021.

Perusahaan terus menyesuaikan produk-produknya dengan kebutuhan pasar yaitu berada di lokasi strategis, hunian sehat terhubung dengan lifestyle venue dan infrastruktur konektivitas internet yang mendukung tren work frome home - work from office (WFH-WFO).

Perusahaan akan mengembangkan bisnis hotel di lokasi aset emiten berkode PPRO ini dan di kawasan mixed-used dengan konsep city hotel.

"Untuk lifestyle mall dan edutainment, dikembangkan di lokasi mixed used. Kebutuhan ruang yang mengakomodasi lifestyle dan kesehatan, psikologi dan teknologi diakomodasi oleh PPRO dengan penyediaan space, inovasi teknologi, dan solusi yang memengaruhi kenyamanan penghuni, penyewa, dan pengunjung," tutur Sinurlinda.

Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk juga berencana mengerjakan proyek pengembangan di Sumatra Utara dan Jawa Timur tahun depan. Keduanya merupakan proyek kerja sama operasional (KSO) untuk membangun perumahan.

Direktur PT Ciputra Development Nanik Joeliawati Santoso mengatakan proyek pengembangan di Medan merupakan bagian dari kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II. Pada tahap awal, emiten berkode CTRA ini akan mengembangkan 7 hektare dan 35 hektare lahan terlebih dahulu.

Nank mengemukakan bahwa total luas lahan yang dikerjasamakan di Sumut mencapai 8.000 hektare, sedangkan di Jatim 700 hektare.

Direktur Independen PT Ciputra Development Tulus Santoso menuturkan wilayah pengembangan CTRA mengikuti kondisi market yang ada. Namun demikian, CTRA memiliki sejumlah proyek di kota-kota besar.

"Ada proyek kota-kota besar. Yang terbesar di Jabodetabek, Surabaya, dan Sumatra. Kami mengikuti kondisi market untuk membangun proyek baru tahun depan," paparnya.

Tulus menambahkan perusahaan masih akan secara konsisten menambah land bank. Adapun, target penambahan land bank sama dengan yang dijual atau dilepas tahun ini.

"Tidak menutup kemungkinan penambahan lahan ini bisa berasal dari proyek-proyek KSO. Saat ini CTRA memiliki luas landbank sekitar 4.300 hektare," ucapnya.

Dia memproyeksikan dua proyek yang dibangun di Sumut dan Jatim tahun depan dapat berkontribusi terhadap marketing sales sekitar Rp750 miliar hingga Rp1 triliun.

"Kedua proyek ini paling cepat akan dikerjakan di semester kedua 2021. Proyek tersebut masih dalam tahap persiapan dan perizinan," tutur Tulus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top