Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Petrokimia Gresik Tumbuhkan Gairah Petani Muda, Begini Caranya

Petrokimia Gresik, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, mengajak generasi milenial untuk menggeluti pertanian melalui pagelaran virtual gathering Jambore Petani Muda (JPM) ke-4, sebagai komitmen BUMN pupuk itu dalam mendukung pertanian masa depan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 November 2020  |  06:04 WIB
Petani muda IPB memanen buah naga di Sabisa Farm, Gedong Seng, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Jawa Barat. ANTARA ?
Petani muda IPB memanen buah naga di Sabisa Farm, Gedong Seng, Kelurahan Loji, Kota Bogor, Jawa Barat. ANTARA ?

Bisnis.com, JAKARTA - Petrokimia Gresik, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, mengajak generasi milenial untuk menggeluti pertanian melalui pagelaran virtual gathering Jambore Petani Muda (JPM) ke-4, sebagai komitmen BUMN pupuk itu dalam mendukung pertanian masa depan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo meyakini generasi milenial akan membawa perubahan pada sektor pertanian di masa depan. Hal ini ditandai dengan munculnya petani-petani muda sukses yang terlibat dalam Jambore Petani Muda sebelumnya, di antaranya Juwita Juju (Pelopor Petani Buah Ciplukan), Shofyan Adi Cahya (Petani Muda dari Merbabu).

Kemudian Gerut Lazuardi (Penggiat Kopi Sumatera Selatan), Nur Agis Aulia (Pendiri Komunitas Banten Bangun Desa), Andro Tunggul (Petani Modern Hidroponik, Founder Fruitable Farm) dan Edy Lusi (Penggagas Kampung Buah Naga Banyuwangi).

Dwi menjelaskan pertanian adalah sektor yang menguntungkan, sebab telah terbukti menjadi sektor yang tetap tumbuh positif di tengah banyaknya sektor lain yang mengalami perlambatan pada masa pandemi.

"Semakin banyak peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan generasi muda, tentu hal ini akan membantu memperbaiki perekonomian Indonesia,” ujarnya, Rabu (11/11/2020).

Oleh karena itu Dwi berharap dalam momen JPM ke-4 ini generasi muda yang memiliki ketertarikan di dunia pertanian dapat bergabung untuk memperoleh benefit, baik dalam bentuk pengetahuan maupun jaringan bisnis dan dalam pengembangan usaha pertanian dari sektor hulu hingga hilir.

"Ini merupakan jaringan nasional, anggota komunitas dapat saling bertukar informasi dan pengalaman, sehingga bisa saling memperkuat konsep pengembangan pertanian, yang pada akhirnya akan memperkaya penerapan kegiatan pengembangan pertanian di masyarakat," kata Dwi.

JPM ke-4 diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia dan mengusung tema “Memanfaatkan Peluang Bisnis Pertanian Pasca-New Normal dengan Prinsip Sustainable Agriculture dan High Social Impact”.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mencatat petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang atau sekitar 8 persen dari total jumlah petani di Indonesia.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menjelaskan dengan kondisi tersebut, Kementan pun berupaya melakukan percepatan regenerasi petani dalam rangka pembangunan pertanian nasional.

"Petani milenial jumlahnya masih sekitar 2,7 juta orang, hanya sekitar 8 persen dari total petani kita 33,4 juta orang. Sisanya lebih dari 90 persen masuk petani kolonial, atau petani yang sudah tua," kata Dedi Nursyamsi pada acara Pengukuhan Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) di Jakarta, Senin.

Bahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah petani muda terjadi penurunan 415.789 orang dari periode 2017 ke 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petani

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top