Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Pekerja perempuan memproduksi alat pelindung diri sebuah perusahaan garmen saat kunjungan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Jakarta, Rabu (1/7/2020). - ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Premium

Dua Mata Pedang Kebijakan UMP 2021

02 November 2020 | 17:07 WIB
Silang pendapat antara perlu naik atau tidaknya upah minimum 2021 terus berlangsung. Apa dampaknya kalau UMP 2021 tidak naik dan apa efeknya kalau mengalami kenaikan?

Bisnis.com, JAKARTA – “Poin saya adalah, bahwa menjaga daya beli itu tidak harus dilakukan berdasarkan upah minimum.”

Kalimat tersebut diucapkan Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priono saat menjadi pembicara dalam diskusi daring bertajuk Upah Minimum 2021 Tak Naik, Jangan Panik yang dihelat Crosscheck, Minggu (1/11/2020). Edy tengah menanggapi pernyataan yang disuarakan barisan buruh.

Organisasi buruh yang dimaksud Edy, yakni Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), menolak tegas keputusan pemerintah yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/11/HK.04/X/2020 tentang Penetapan Upah Minimum Baru Tahun 2021 di Masa Pandemi Covid-19. Dalam surat ini, Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziah menyatakan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten (UMK) tak perlu naik demi menjaga perlindungan kelangsungan usaha.

Ketua KSPI Said Iqbal mengatakan bukan organisasinya saja yang menolak. Hampir semua organisasi buruh mendesak pemerintah menganulir keputusan tersebut.

Kemudian, respons pemerintah, yang memandang bahwa daya beli bisa dijaga lewat metode selain kenaikan upah, bikin Said dan barisan buruh kian geram. Mereka lantas menghelat serangkaian aksi massa sejak Senin (2/11).

Dalam catatan Bisnis, berdasarkan keterangan informasi Polda Metro Jaya, di DKI Jakarta saja tercatat ada 17 titik aksi orasi yang mendapat pengamanan kepolisian. Aksi tersebut tersebar di Jakarta bagian pusat, barat, selatan, hingga timur.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top