Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mentan Sebut Petani Pahlawan Pangan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut petani merupakan pahlawan terutama pada saat pandemi seperti sekarang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  23:22 WIB
Petani menjemur gabah hasil panen./Bisnis - Abdurachman
Petani menjemur gabah hasil panen./Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 merupakan refleksi untuk mendukung peran petani sebagai pahlawan pangan, karena mereka terus memastikan pemenuhan kebutuhan pangan pada saat wabah ini, menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Mentan mengatakan hal itu dalam webinar Food Heroes Day sebagai bagian dari kampanye Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia untuk Hari Pangan Sedunia yang menghadirkan pahlawan pangan sepanjang rantai pangan mulai dari petani, nelayan, sampai penggerak komunitas dari kaum muda.

"Kami memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan pangan, khususnya para petani. Tantangannya memang tidak mudah, tapi kita harus terus bergerak memberikan pangan kepada lebih dari 200 juta orang di Indonesia," kata Mentan dalam sambutannya pada Food Heroes Day pada Sabtu (31/10/2020).

Menurut Mentan, ketahanan yang melekat pada pahlawan pangan ditantang tidak hanya oleh situasi pandemi saat ini, tetapi juga oleh ketidakseimbangan sistem pangan.

Kelaparan dan di sisi lain, obesitas, degradasi lingkungan, hingga pemborosan makanan, serta kurangnya keamanan bagi pekerja rantai makanan hanyalah sebagian dari masalah yang menggarisbawahi ketidakseimbangan ini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tingkat obesitas di Indonesia menunjukkan peningkatan dari 14,8 persen pada tahun 2013 menjadi 21,8 persen pada 2018.

Sementara di sisi lain, sampah makanan seperti dilansir Economist Intelligence Unit pada 2016, Indonesia merupakan negara pembuang makanan kedua di dunia yang menyia-nyiakan 300 makanan kg/orang setiap tahun.

Perwakilan FAO ad interim Victor Mol mengatakan Hari Pangan Sedunia menyerukan solidaritas global untuk membantu semua populasi, dan terutama yang paling rentan untuk pulih dari krisis, dan untuk membuat sistem pangan lebih tangguh dan kuat.

"Kami memerlukan tindakan cerdas dan sistemik untuk menyampaikan pangan kepada mereka yang membutuhkan dan memastikan kualitas gizinya. Kami butuh gerakan dari semua sektor untuk mengeluarkan kekuatan inovasi untuk memastikan setiap orang punya akses pangan bergizi," kata Mol.

Wakil Direktur Kesehatan USAID Indonesia David Stanton mengatakan Pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), telah bermitra selama lebih dari 14 tahun untuk memajukan kemandirian Indonesia dalam pengendalian dan pencegahan penyakit, yang berkontribusi pada ketahanan pangan.

"Kami bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat kewaspadaan masyarakat dan kesehatan masyarakat sambil meningkatkan ketahanan terhadap wabah penyakit dan krisis ketahanan pangan," tuturnya.

Menurut David, diperlukan investasi dalam sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh. Hal ini mensyaratkan peluang baru yang ditawarkan melalui digitalisasi dan e-commerce, dan juga praktik pertanian yang melestarikan sumber daya alam bumi, kesehatan kita, dan iklim.

Hari Pahlawan Pangan merupakan puncak dari kampanye Hari Pangan Sedunia 2020 untuk mengapresiasi pahlawan pangan di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan pertanian

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top