Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Persetujuan Registrasi Obat Tahun Ini Diprediksi Turun

Pandemi Covid-19 juga tidak akan meningkatkan jumlah persetujuan registrasi obat pada tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  21:17 WIB
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic
Ilustrasi obat-obatan tablet dan kapsul. - REUTERS/Srdjan Zivulovic

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian memperkirakan jumlah persetujuan registrasi obat akan menurun tahun ini.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendata jumlah persetujuan registrasi obat naik 59,03 persen secara tahunan pada 2019 menjadi 11.094 produk. Namun, jumlah registrasi pada semseter I/2020 lebih rendah 20,55 persen dari rata-rata jumlah registrasi per semester I/2019 menjadi 4.407.

"Ada kemungkinan pada 2019 banyak yang melakukan pembaruan nomor izin edar agar bisa masuk lelang daftar obat dalam katalog elektronik pemerintah," kata Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Muhammad Tauffik kepada Bisnis, Minggu (25/10/2020).

Dengan kata lain, pabrikan farmasi akan memperbarui nomor izin edar (NIE) tiap produknya agar bisa masuk dalam daftar obat lelang JKN. Pasalnya, jika masa NIE suatu obat habis, obat tersebut tidak bisa mengikuti lelang obat jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diadakan tiap tahun.

Taufik menduga bahwa lonjakan yang terjadi pada 2019 disebabkan oleh lelang daftar obat JKN yang diadakan pada 2020. Artinya, lonjakan persetujuan registrasi obat pada 2019 tidak disebabkan olah melonjaknya inovasi proses produksi maupun inovasi produk.

Dia menyatakan bahwa pandemi Covid-19 juga tidak akan meningkatkan jumlah persetujuan registrasi obat pada tahun ini. Pasalnya, obat yang digunakan untuk perawatan terapeutik pasien Covid-19 pun terbatas.

Sebelumnya, BPOM telah menerbitkan informatorium obat terapi Covid-19. Dalam daftar tersebut, terdapat 12 jenis obat yang diproduksi oleh 113 pabrikan farmasi nasional.

Adapun, obat-obatan tersebut dapat ditemukan dalam 614 obat bermerek dan 232 obat generik. Selama Januari—Mei 2020, telah ada 48 permohonon NIE kepada BPOM terakit penerbitan 12 obat tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top