Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komersialisasi Vaksin Covid-19 2021, Bio Farma Tunggu Izin BPOM

Bio Farma, yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 250 juta dosis per tahun, mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam komersialisasi vaksin Covid-19.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Oktober 2020  |  15:42 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bio Farma (Persero) menyatakan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam komersialisasi vaksin Covid-19 pada awal 2021. 

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan kini memiliki kapasitas produksi vaksin Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun. Selain itu, pihaknya juga telah mendapatkan komitmen bahan baku dari SinoVac Biotech Ltd. sebanyak 260 juta dosis pada 2021.

"Seluruhnya akan kami mulai produksi setelah kami dapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM], tapi tentu persiapan-persiapan bisa kami lakukan dari November. Vaksin sudah coba kami datangkan karena akan ada uji-uji dulu sebelum dilakukan produksi," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (19/10/2020). 

Sebelumnya, Bio Farma menyatakan akan ada 3 juta dosis vaksin Covid-19 yang tersedia pada November 2020, jika Indonesia menjadi salah satu negara yang didahulukan. Dengan kata lain, akan ada sekitar 1,5 juta tenaga kesehatan yang akan menerima vaksinasi Covid-19 jika jumlah vaksinasi yang dibutuhkan sebanyak 2 dosis per orang. 

Adapun, vaksinasi tersebut dengan catatan BPOM rampung melakukan pertukaran informasi dengan BPOM negara asal vaksin, dalam hal ini National Medical Product Administration (NMPA). Seperti diketahui, Sinovac Biotech Ltd. merupakan pabrikan farmasi asal China.

Berdasarkan catatan Bio Farma, BPOM akan melakukan audit proses produksi Sinovac di Beijing pada bulan ini. Sementara itu, Sinovac telah memeriksa kompatibilitas proses produksi dan sistem pengontrolan kualitas di pabrik Bio Farma.

Adapun, Bambang menyatakan pihaknya tidak akan bisa melaukan vaksinasi serentak di penjuru negeri. Pasalnya, pabrikan hanya memiliki kapasitas produksi sekitar 16-17 juta dosis per bulan.

Di sisi lain, Bambang menyatakan kisaran harga vaksin Covid-19 sejauh ini masih di kisaran Rp200.000 per dosis. Karena vaksin Covid-19 memerlukan dua injeksi, total biaya vaksin Covid-19 per jiwa adalah sekitar Rp400.000. 

Sebelumnya, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan pihaknya telah memverifikasi harga vaksin tersebut kepada Sinovac. Adapun, kepastian harga tersebut terlontar terkait pemberitaan mengenai pembelian vaksin yang sama oleh pemerintah Brasil seharta US$1,96 atau Rp28.994 (kurs: Rp14.793) per dosis.

"Sinovac memastikan [pemberitaan tersebut] tidak tepat, sebab biaya pengirimannya saja tiap dosisnya sekitar US$2. Intinya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin Covid-19 dengan harga yang terjangkau," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2020).

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bio farma Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top