Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Premium

Historia Bisnis: Utang Luar Negeri Indonesia Semakin Kritis?

15 Oktober 2020 | 22:16 WIB
Laporan Bank Dunia terus menerus memperingatkan Indonesia tentang neraca utang yang terus membesar.

Bisnis.com, JAKARTA - Laporan International Debt Statistics (IDS) 2021 atau Statistik Utang Internasional yang dirilis Bank Dunia pada Selasa malam menempatkan Indonesia pada peringkat ketujuh di antara negara berpenghasilan kecil dan menengah. 

China, Brasil, India berada pada peringkat pertama sampai ketiga dalam jumlah utang ini. Sedangkan di atas Indonesia adalah Meksiko dan Turki dalam urutan kelima dan keenam. 

Kementerian Keuangan dalam rilisnya menyebut besarnya utang Indonesia karena dibanding dengan negara  kecil menengah dan mengeluarkan negara maju. Sedangkan Indonesia berada dalam kelompok G20. 

Pemerintah menyebut, utang yang dihitung oleh Bank Dunia juga bukan hanya milik pemerintah, namun mengacu data Statistik Utang LN Indonesia (SULNI). Laporan yang diterbitkan Bank Indonesia dan Kemenkeu ini mengacu kepada utang pemerintah pusat, BUMN dan Swasta. Total utang pemerintah sendiri per Desember 2019 disebut sebesar US$199,88 miliar atau hanya 49 persen dari total utang Indonesia.

Sorotan rasio utang Indonesia tidak hanya terjadi kali ini. Pada era Presiden Soeharto, utang juga menjadi sorotan. 

Bisnis Indonesia edisi 15 Oktober 1995 menurunkan persoalan utang ini dalam judul "Utang Semakin Kritis?"

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top