Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Hunian yang memanfaatkan PLTS atap sebagai energi. - Sumber: www.indiamart.com
Premium

Pemanfaatan PLTS Atap Berjalan Lamban di Negeri Kaya Energi

11 Oktober 2020 | 08:54 WIB
Kapasitas terpasang PLTS di Indonesia per Mei 2020 baru mencapai 152 MW. Sesuai dengan RPJMN 2020—2024, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas PLTS hingga 2.089,4 MW.

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia berjalan lamban dan jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Asosiasi Energi Surya Indonesia mencatat bahwa dalam 10 tahun terakhir, perkembangan kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia masih berada di bawah 200 megawatt. Capaian ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Vietnam, contohnya, pada 2018 negara itu baru memiliki PLTS dengan kapasitas terpasang 86 MW. Namun, pada 2019, kapasitasnya melesat hingga hampir mencapai 6 gigawattt (GW).

Potensi energi surya yang merupakan energi terbarukan di Indonesia sangatlah besar dan diperkirakan bisa mencapai hingga 207,8 GW. Namun, pemanfaatannya baru sebesar 0,07 persen, paling minim dibandingkan energi terbarukan lainnya.

AESI menyoroti sejumlah hambatan pengembangan PLTS di Indonesia. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top