Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembatasan Dilonggarkan, Pasar Hunian di Melbourne Diprediksi Naik

Pemerintah Negara Barian Victoria di Australia melonggarkan pembatasan akibat virus corona sehingga calon pembeli atau penyewa properti terutama residensial dapat memeriksa incarannya sebelum merealisasikan transaksi. Kebijakan itu diprediksi menaikkan transaksi di pasar properti Melbourne.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 27 September 2020  |  12:39 WIB
Tanda 'Disewakan' tampak di luar sebuah properti di Brooklyn, tepi kota Melbourne, Australia./Bloomberg - Carla Gottgens
Tanda 'Disewakan' tampak di luar sebuah properti di Brooklyn, tepi kota Melbourne, Australia./Bloomberg - Carla Gottgens

Bisnis.com, JAKARTA –  Calon pembeli dan penyewa hunian di Melbourne akan dapat memeriksa rumah satu per satu sebelum bertransaksi setelah Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengumumkan pembatasan ketat terkait virus corona akan dilonggarkan.

Mulai Senin (28/9/2020), warga Melbourne dapat memeriksa properti satu-satu dengan agen. Seorang teman serumah, atau pasangan dan anak-anak juga diperbolehkan menemani, di bawah aturan yang lehih longgar. Namun, pemeriksaan oleh calon pembeli atau openyewa dibatasi maksimal 15 menit.

Namun, penduduk Melbourne tidak akan diizinkan melakukan perjalanan ke kawasan lain di negara bagian Victoria untuk memeriksa properti.

Dengan pembatasan tahap empat yang ketat, yang diberlakukan sejak awal Agustus, berarti sebelumnya inspeksi satu lawan satu dilarang, yang otomatis menutup pasar properti di Melbourne, dan sangat memengaruhi penjualan di Victoria.

Musim penjualan musim semi Melbourne yang biasanya menggembirakan dipaksa secara eksklusif secara online karena agen real estat terpaksa menutup kantornya, dan lelang online—yang dihentikan setelah inspeksi tidak lagi diizinkan—dilakukan dari rumah juru lelang.

Larangan itu diperkirakan akan berlaku hingga 26 Oktober, tetapi perubahan pada Minggu (27/9/2020) dilakukan karena jumlah kasus virus korona yang baru didiagnosis di Melbourne terus menurun.

Pengumuman tersebut akan meredan masa sulit bagi pembeli dan penjual Melbourne serta penyewa dan pemilik properti yang harus menegosiasikan pasar dengan pembatasan lelang publik dan pembukaan untuk inspeksi properti diberlakukan sejak awal tahun ini.

Tingkat izin lelang Melbourne telah merosot menjadi 0 persen untuk sebagian besar September, naik sedikit pada Sabtu (26/9/2020) menjadi 25 persen dari 32 lelang yang dijadwalkan dan 28 hasil dilaporkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti australia

Sumber : Domain.com.au

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top