Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menjaring Pasar Makanan dan Minuman di Pameran Thaifex 2020

Pameran itu resmi dibuka (22/09) oleh Menteri Perdagangan yang sekaligus menjabat Wakil Perdana Menteri Thailand, Jurin Laksanawisit.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 September 2020  |  21:27 WIB
Pameran Thaifex 2020
Pameran Thaifex 2020

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, Thailand melanjutkan menjadi tuan rumah pameran makanan dan minuman berskala internasional, Thaifex Anuga Asia 2020.

Pameran itu resmi dibuka (22/09) oleh Menteri Perdagangan yang sekaligus menjabat Wakil Perdana Menteri Thailand, Jurin Laksanawisit. Pameran diikuti 708 peserta lokal dan internasional dari Indonesia, RRT, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Viet Nam, Brazil, Polandia dan Norwegia. Thaifex adalah event internasional perdana yang menandai pemulihan kegiatan bisnis di masa pandemi.

Merespon situasi yang belum memungkinkan, pameran dihadiri pengunjung internasional, Thaifex 2020 mengusung tema hybrid, perpaduan pameran secara fisik dengan pameran daring.

“Setelah diundur dari Mei, Thaifex diputuskan dilaksanakan pada akhir September. KBRI Bangkok yang telah melakukan persiapan sejak Mei lalu, berkomitmen untuk memberikan peluang seluas-luasnya bagi pengusaha Indonesia, utamanya UKM dengan gencar promosikan produk-produk makanan dan minuman yang siap diekspor ke pasar Thailand juga pasar internasional,” ungkap Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI Bangkok, Dicky Komar dikutip dari siaran persnya.

Pameran hybrid memungkinkan pengusaha Indonesia ikut serta di Thaifex, secara virtual. Platfotm hybrid dapat direplikasikan di kegiatan serupa diberbagai negara termasuk di Indonesia. Sampai saat ini, Thailand masih menerapkan kebijakan pembatasan penerbangan internasional komersial sehingga peserta dari Indonesia belum bisa datang ke Thailand.

Di Paviliun Indonesia, beragam produk dari 24 pengusaha Indonesia dipamerkan mulai dari produk hulu seperti kopi dan coklat, bahan baku pangan olahan sampai ke produk hilir, makanan dan minuman untuk konsumen.

“Trend konsumen di masa pandemi ini menyukai produk-produk siap masak dan produk yang memiliki manfaat kesehatan. Pengusaha Indonesia dengan bermacam produk berkualitas dan harga bersaing memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan pasar Thailand dan kami dukung agar tercipta transaksi ekspor. Buyer lokal dari Thailand dan buyer internasional tetap dapat melakukan kontak bisnis dengan pengusaha Indonesia di pameran Thaifex melalui media virtual yang kami sediakan,” imbuh Atase Perdagangan Bangkok, Flora Susan.  

Sektor makanan dan minuman Indonesia menjadi salah satu sektor yang dapat bertahan ditengah goncangan Covid-19. Tahun lalu, sektor ini menyumbang USD 4,15 miliar dengan trend mencapai hampir 9% selama lima tahun terakhir. Pada Semester I 2020, nilai ekspor membukukan angka kenaikan positif senilai US$2,9 miliar.

Di tempat terpisah, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Kasan, menyatakan optimis ekspor produk makanan dan minuman masih mengalami pertumbuhan positif. “Selain alat kesehatan, produk pertanian, perikanan dan agroindustri, produk makanan dan minuman yang mengalami pertumbuhan positif dijadikan fokus bagi strategi pengembangan ekspor jangka pendek.”

Paviliun Indonesia buka di pameran Thaifex Anuga Asia 2020 selama 5 hari mulai 22 sampai 26 September 2020 di IMPACT Muang Thong Tani, Thailand.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran thailand
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top