Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditata Ulang, Soetta Lebih Cocok Sebagai Hub Bisnis

Bandara Soekarno-Hatta dinilai akan lebih layak sebagai bandara hub bisnis ketimbang pariwisata,
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 September 2020  |  01:54 WIB
Petugas melakukan bongkar muat barang di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. - Bisnis
Petugas melakukan bongkar muat barang di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – PT Angkasa Pura II menilai Bandara Soekarno-Hatta akan lebih layak sebagai bandara hub bisnis ketimbang pariwisata, selain tentunya penetapan bandara hub harus bisa memenuhi lima aspek.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan dalam menentukan bandara hub dan super hub telah mengerucut kepada lima aspek.

Pertama posisi strategis bandara yang erat kaitannya dengan kawasan area pendukung. Awal mengakui Bandara Soetta akan kurang layak dari pergerakan turis dibandingkan dengan Bali.

Tak hanya itu, sambung Awal dalam menentukan peran dari hub dan super hub juga perlu melihat dari negara-negara lainnya yang melibatkan maskapai nasionalnya dalam pergerakan.

Kemudian, kekuatan destinasi dan rute yang dimiliki oleh bandara. Awal menyebutkan dibandingkan dengan negara-negara kawasan Asia lainnya, destinasi di Bandara Soetta baru mencapai 90.

Angka ini tentu masih kalah jauh dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya yang tidak lebih rendah dari 200 destinasi.

Selanjutnya yang tak kalah penting dengan kekuatan rute adalah infrastruktur bandara dari sisi udara dan darat.

“Kita sudah tetapkan hub tapi kapasitas bermasalah jangan sampai. Kalau di Soetta sampai 2035 trafik akan sampai 100 juta dan mentok tapi kami sudah siapkan terminal 4. Karena runway darat sudah tiga. Sehingga sebagai hub bisnis trafik jadi layak dengan kondisi yang kami maksimalkan,”jelasnya, Senin (21/9/2020).

Dia tak menampik adanya penetapan hub dan superhub akan mengubah konstelasi kebijakan yang sebelumnya tidak diakomodasi dalam tatanan kebandarudaraan lewat Permenhub No. 39/2009, selain tentunya kebijakan lainnya seperti bebas visa.

Dia juga menilai regulator akan lebih banyak memberikan insentif bagi maskapai dengan tarif avtur kompetitif supaya maskapai tertarik mendarat di bandara tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara angkasa pura ii angkasa pura i
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top