Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Vaksin Covid-19, Apindo Harap Pemerintah Tidak Tebar Janji

Berdasarkan perhitungan World Health Organization (WHO), waktu yang diperlukan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 adalah tahun depan, yakni pada pertengahan 2021.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 17 September 2020  |  20:11 WIB
Shinta Widjaja Kamdani - sintesagroup.com
Shinta Widjaja Kamdani - sintesagroup.com
Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pernyataan pemerintah mengenai pengadaan vaksin Covid-19 pada awal Desember 2020 bakal berdampak positif bagi psikologi pasar.
Kendati demikin, Apindo meminta pemerintah tidak over-promise terkait dengan hal tersebut.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pelaku usaha belum mengetahui seberapa realistis rencana pengadaan vaksin yang disampaikan oleh pemerintah tersebut. 
Hingga saat ini, kata Shinta, belum ada kandidat vaksin yang dianggap aman untuk didistribusikan kepada masyarakat luas sehingga masih perlu dicari sejauh mana efficacy-nya dan apakah ada kontraindikasi terhadap pasien dan masyarakat.
Berdasarkan perhitungan World Health Organization (WHO), waktu yang diperlukan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 adalah tahun depan, yakni pada pertengahan 2021.
"Singkatnya, kami mendukung dan sangat menunggu vaksin ini, tapi kami berharap agar pemerintah tidak over-promised dan tetap memprioritaskan keselamatan masyarakat. Jangan sampai vaksin yang didistribusikan ternyata bermasalah bagi keselamatan masyarakat atau menciptakan masalah baru karena terlalu diburu-buru," ujar Shinta kepada Bisnis, Kamis (17/9/2020).
Terkait dengan pengadaan vaksin di Indonesia, sejauh ini pelaku usaha Indonesia tidak dilibatkan langusng dalam karena prototipe vaksin dikembangkan di luar Indonesia.
Namun demikian, pelaku usaha di Tanah Air bekerjasama dengan pihak-pihak pengembang vaksin untuk mengimpor ataupun memeroleh izin produksi secara komersial di dalam negeri.
Industri farmasi lokal, lanjutnya, dinilai sangat terbuka bila diperlukan pemerintah sebagai katalisator procurement impor vaksin atau untuk pemanfaatan kapasitas sebagai produsen dan distribusi vaksin di seluruh Indonesia.
Dia mengemukakan sentimen terhadap peningkatan kinerja ekonomi akan lebih solid setelah distribusi vaksin Covid-19 pertama dilakukan, meski memerlukan waktu lebih lama sekitar 6-12 bulan bahkan lebih untuk sektor-sektor sensitif, seperti pariwisata.
Pasalnya, baik pelaku usaha maupun investor perlu melihat sejauh mana tingkat imunitas dari vaksin Covid-19 dapat menciptakan kepercayaan diri pasar yang lebih tinggi di level nasional sehingga dapat menggerakkan daya konsumsi .
Selain itu, pelaku usaha melihat kondisi kinerja pemerintah Indonesia yang diharapkan dapat kembali normal sehingga dapat fokus dalam menghadirkan pelayanan bagi para pelaku usaha dan investor.
"Fokus pemerintah ini menjadi faktor penting karena sepanjang pandemi sudah terbukti pemerintah tidak melakukan perbaikan iklim usaha dan investasi. Service kepada pelaku usaha juga tidak maksimal karena kantor-kantor pemerintah banyak yang memberlakukan WFH. Oleh karena itu, tingkat daya saing kita di mata investor juga tidak serta merta berubah dengan adanya vaksin," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apindo Vaksin covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top