Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Pengolahan Limbah B3 di Masa Pandemi Masih Sangat Minim

Dari 14 perusahaan pengolah limbah B3 di Indonesia, 7 di antaranya berada di Jawa Barat.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 01 September 2020  |  13:59 WIB
Ilustrasi-Petugas dari Kantor Bea dan Cukai dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam memeriksa isi kontainer yang diduga mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun - Antara
Ilustrasi-Petugas dari Kantor Bea dan Cukai dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam memeriksa isi kontainer yang diduga mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan hanya ada 14 perusahaan pengolah limbah B3 atau Bahan Berbahaya dan Beracun per April 2020.

Perusahaan tersebut tersebar di enam provinsi, terbanyak, tujuh perusahaan, berada di Jawa Barat.

Pengurus BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bidang 4 Perhubungan dan BUMN Roy Wangintan mengatakan perusahaan pengolah limbah B3 harus tersertifikasi. Dalam operasionalnya, perusahaan tersebut harus memenuhi prosedur tertentu.

"Tidak semua perusahaan serta merta bisa melakukan pengolahan limbah B3. Mereka harus punya sertifikasi yang dikeluarkan KLHK," kata Roy dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2020).

Lebih lanjut, Yaser Djafar juga dari HIPMI menyampaikan setidaknya terdapat sembilan peluang bisnis terkait pengolahan limbah B3 di tengah pandemi Covid-19.

Beberapa di antaranya adalah Pengusaha Jasa Transporter Angkut Limbah Medis Covid-19, Pengusaha Jasa Pengolahan Limbah Medis Covid-19, Pengusaha Daur Ulang Limbah, dan Pengusaha Jasa Konstruksi Fasilitas Pengolahan Limbah B3 Medis dan Limbah B3 Terpadu.

"Peningkatan produksi limbah B3 pada saat Covid-19 signifikan naiknya," kata Yaser.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hipmi Limbah B3
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top