Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Henry J. Gunawan, Raja Properti Surabaya. - Antara / Didik Suhartono
Premium

Obituari Henry J. Gunawan: Raja Properti Surabaya dan Kontroversi Bisnisnya

24 Agustus 2020 | 15:47 WIB
Henry memiliki beragam proyek properti di Surabaya namun yang paling menarik perhatian publik adalah BOT Pasar Turi, Surabaya. Ia meninggal di Rutan Madaeng pada akhir pekan lalu.

Bisnis.com, JAKARTA - Nama mendiang Henry Jocosity Gunawan kerap menjadi subjek sentra perdebatan di Surabaya. Pria yang penah menjadi Ketua DPD REI Jawa Timur 2008-2010 itu meninggal di rumah tahanan Medaeng pada Sabtu, (22/8/2020) lalu.  

Ia kerap bertikai terbuka dengan sejumlah pihak. Terakhir Henry tengah dijatuhi pidana berupa dua tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tinggi Surabaya dalam perkara penipuan jual beli tanah di Celaket, Malang, Jawa Timur.

Selain itu, ia dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara dalam kasus jual beli stand, serta divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya terkait perkara penggelapan sertifikat di Kota Malang.

Henry juga berpekara dengan rekannya sesama investor Pasar Turi Baru. Perkara Pasar Turi ini juga sempat menjadi objek perkara di pengadilan dengan Pemerintah Kota Surabaya. Kala itu, Walikota Surabaya menyebut PT Gala Bumi Perkasa yang membangun kembali Pasar Turi setelah terjadi kebakaran melakukan wanprestasi. Untuk itu pemda meminta pengelolaan pasar dikembalikan kepada pemerintah.

Pasar Turi sendiri pasca dibangun belum memperoleh izin operasi dari pemerintah kota.  Akibatnya pedagang masih bertahan pada kios penampungan setelah kebakaran hebat pada 2007 lalu. Meski begitu, seiring telah rampungnya bangunan maka sebagian penjual masuk ke areal baru itu. Namun akibat belum dibongkarnya penampungan sementara, pasar baru itu menjadi lengang.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top