Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bansos Diharapkan Perkuat Pemulihan Pariwisata Bali

Menteri Sosial Juliari P. Batubara berharap penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat menggairahkan perekonomian Bali yang ditopang oleh sektor pariwisata. Pembatasan perjalanan wisata karena pandemi Covid-19 telah sangat mempengaruhi pariwisata Bali.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  19:20 WIB
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Pegawai hotel melayani wisatawan di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Selasa (3/3/2020). Tingkat hunian hotel di Bali rata-rata turun hingga 70 persen sejak merebaknya wabah virus corona. - ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Sosial Juliari P. Batubara berharap penyaluran bantuan sosial (bansos) dapat menggairahkan perekonomian Bali yang ditopang oleh sektor pariwisata. Pembatasan perjalanan wisata karena pandemi Covid-19 telah sangat mempengaruhi pariwisata Bali.

Juliari mengatakan bahwa membatasi perjalanan wisata, termasuk bagi wisatawan asing, adalah keharusan untuk mencegah penyebaran virus yang telah menjadi pandemi Covid-19.

"Kalau dibuka begitu saja, konsekuensinya meningkatkan penyebaran virus. Oleh karena itu, dengan berbagai bansos seperti Bansos Tunai [BST], diharapkan menggairahkan perekonomian di Bali,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2020).

Juliari baru-baru ini secara langsung mengecek penyaluran BST dan Program Sembako di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Karangasem, Bali. Sektor wisata Bali yang terpukul pandemi, menjadi salah satu perhatian Kemensos.

Dia menjelaskan, selama vaksin belum ditemukan, sulit untuk memastikan kapan pandemi akan berakhir. Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah terus meningkatkan dukungan dan bantuan kepada masyarakat termasuk melalui kementerian lainnya.

"Seperti Bantuan Langsung Tunai [BLT] kepada karyawan non-PNS yang bergaji di bawah Rp5 juta, sebesar Rp600 ribu. Ini di bawah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kemudian juga ada BLT bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang disalurkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM,” paparnya.

Adapun, di Provinsi Bali penerima BST sebanyak 99.653 KPM dengan penyalur PT Pos Indonesia dan 8.960 KPM dengan penyalur Himbara tersebar di 9 Kabupaten/Kota. Kemudian penerima bantuan Program Sembako sebanyak 179.769 KPM, tersebar di 9 Kabupaten/Kota.

Untuk Kabupaten Klungkung, jumlah penerima BST 7.718 KPM dengan penyalur PT Pos Indonesia dan 458 KPM dengan penyalur Himbara. Total BST Kabupaten Klungkung senilai Rp2,45 juta per bulan. Jumlah Penerima Program Sembako Kabupaten Klungkung sebanyak 10.235 KPM dengan nilai bantuan Rp2,04 juta per bulan.

Untuk Kabupaten Karangasem, jumlah penerima BST 6.710 KPM dengan penyalur PT Pos Indonesia dan 538 KPM dengan penyalur Himbara, dengan nilai total BST Rp2,17 juta bulan. Penerima Program Sembako Kabupaten Karangasem sebanyak 10.235 KPM dengan nilai bantuan Rp2,04 juta per bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata bali Juliari P. Batubara
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top