Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Len Industri Pangkas 26 Persen Target Omzet Jadi Rp4,2 Triliun

Akibat pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan di seluruh sektor dalam negeri, PT Len Industri (Persero) kembali meninjau target atau Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020. Omzet atau pendapatan senilai Rp5,7 triliun yang semula ditargetkan di awal, kini direvisi menjadi Rp4,2 triliun atau turunkan target pendapatan 26 persen.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 22 Agustus 2020  |  18:03 WIB
Teknisi menyelesaikan pembuatan panel untuk sistem persinyalan kereta api di ruang produksi PT LEN Industri, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/1). - JIBI/Rachman
Teknisi menyelesaikan pembuatan panel untuk sistem persinyalan kereta api di ruang produksi PT LEN Industri, di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Akibat pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan di seluruh sektor dalam negeri, PT Len Industri (Persero) kembali meninjau target atau Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2020. Omzet atau pendapatan senilai Rp5,7 triliun yang semula ditargetkan di awal, kini direvisi menjadi Rp4,2 triliun atau turunkan target pendapatan 26 persen.

Zakky Gamal Yasin, Direktur Utama PT Len Industri mengatakan bahwa tahun lalu Len berhasil membukukan pendapatan Rp4,2 triliun.

"Tahun ini memang tidak mudah dan banyak penyesuaian, sehingga 2020 ini kami ingin fokus mempertahankan pencapaian tahun lalu," ujarnya melalui keterangan resminya Sabtu (22/8/2020).

Menurutnya selain bergantung pada proyek carry over, tahun ini Len Industri juga telah mengantongi sejumlah proyek baru.

Proyek-proyek baru tersebut antara lain perbaikan Sista Meriam Komposit TD2000, Modernisasi Kapal Multi Role Light Frigate (MRLF), perbaikan Simulator ATNP Kolat Armada dan Simulator NFS Kolat Armada, pengadaan Alkom dan Intercomm, dan proyek Joint Production Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE).

Di bidang non-pertahanan, lanjut dia, perusahaan juga telah mengantongi proyek-proyek baru, seperti proyek Jaringan Gas (Jargas) Rumah Tangga Serang 6111SR, Penerangan Jalan Umum (PJU), proyek Managed Service Partner BRIBox.

Selain itu, proyek persinyalan dan Telekomunikasi (Sintel) jalur Makassar – Parepare, jalur Bogor – Cicurug, dan jalur Kedundang – New Yogyakarta International Airport (NYIA), pemelliharaan Radar Cuaca dan Sistem Monitoring Gempa Bumi BMKG.

Menurutnya agar target 2020 tercapai, Len Industri telah merancang program quick wins 2020. Program ini salah satunya berupa penguatan produksi radar dan penguatan posisi perusahaan di pasar pertahanan, seperti menjadi lead integrator radar dan integrator naval combat system di Indonesia.

"Program quick wins 2020 juga difokuskan pada peningkatan kompetensi SDM, penguatan kondisi finansial perusahaan, optimalisasi program inovasi bisnis dan pengembangan produk/teknologi, serta penetrasi dan ekspansi bisnis," ujarnya.

Selain itu, mulai 2020, Len Industri telah melakukan transformasi proses bisnis melalui penerapan Len 5.0 ERP System.

"Dengan mengantongi sejumlah proyek baru dan penerapan program-program perbaikan kinerja perusahan, kami optimis akan tembus target tahun 2020," pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pt len
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top