Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Kemenparekraf Dorong Penggunaan Alat Bayar Digital

Kemenparekraf mendorong penerapan alat pembayaran digital pada era kebiasaan baru. QRIS dari Bank Indonesia dapat menjadi salah satu pilihan termasuk untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif seperti di Bali.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  21:03 WIB
Pengunjung melakukan transaksi pembayaran berbasis digital dengan pedagang pantai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Sabtu (11/7/2020). - ANTARA
Pengunjung melakukan transaksi pembayaran berbasis digital dengan pedagang pantai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Sabtu (11/7/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong penerapan alat pembayaran digital pada era kebiasaan baru. QRIS dari Bank Indonesia dapat menjadi salah satu pilihan termasuk untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif seperti di Bali.

Ni Wayan Giri Adnyani, Sekretaris Kemenparekraf mengatakan bahwa penerapan alat pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mendukung tatanan kehidupan era baru.

QRIS merupakan alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor. QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia (BI), mendukung faktor clean, health, safety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

“Industri Pariwisata di Bali sudah siap memberikan pelayanan transaksi digital yang sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu dengan adanya QRIS," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/8/2020).

Penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu kunci dalam membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebelumnya, Kemenparekraf telah meluncurkan buku panduan penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kami mengapresiasi betul soal ini. Mari kita bersama-sama mensinergikan program untuk kemajuan kita bersama di Bali. Semoga kepercayaan wisatawan terus meningkat di era adaptasi kebiasaan baru ini," kata Giri.

Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Wakil Gubernur Bali mengatakan, preferensi masyarakat atau wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru akan berubah dan cenderung mencari layanan dengan tetap menjaga jarak dan menghindari kontak langsung.

“Penggunaan QRIS akan lebih efisien, dan di tengah pandemi Covid-19 ini sebagai media yang baik untuk bertransaksi baik di industri wisata, hal ini juga diharapkan dapat mempercepat kebangkitan perekonomian Bali,” paparnya.

Trisno Nugroho, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menambahkan, QRIS Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah dan aman. QRIS dapat diterapkan di semua sektor mulai dari retail, ticketing, pajak, atau untuk memenuhi kebutuhan wisatawan asing.

“Semua bisa di-QRIS-kan, karena semuanya bisa tercatat sehingga QRIS bisa membantu UMKM dan administrasi di Bali bisa tertib, semua tercatat. QRIS ini pun semua bank bisa, jadi bisa digunakan dimana saja,” jelasnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top