Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bappenas: Pengangguran Naik 3,7 Juta Orang Akibat Covid-19

Jika ditotal dengan pengangguran yang sudah ada maka jumlah pengangguran saat ini telah melampaui 10 juta orang.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  16:51 WIB
Ilustrasi - rifemagazone.co.uk
Ilustrasi - rifemagazone.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak pada pemutusan hubungan kerja jutaan pekerja, termasuk usaha-usaha yang akhirnya gulung tikar.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan bahwa angka pengangguran meningkat hingga 3,7 juta orang akibat pandemi.

Walhasil jika ditotal dengan jumlah pengangguran yang sudah ada yakni sekitar 7 juta orang, maka jumlah pengangguran saat ini telah melampaui 10 juta orang.

"Angka pengganguran hari ini cukup lumayan kenaikannya sekitar 3,7 juta [orang] dalam hitungan Bappenas, sebuah angka yang relatif besar karena sekarang itu sekitar 7 jutaan," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (28/7/2020).

Disebutkan Suharso berbagai upaya akan ditempuh pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran tersebut melalui program atau kegiatan yang berdampak pada pemulihan ekonomi, pengentasan kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja.

Program-program tersebut akan menyasar beberapa sektor seperti industri pariwisata, reformasi sosial seperti bidang kesehatan, dan pangan.

Kepala Bappenas pun optimistis pada 2021 angka pengangguran mampu diturunkan secara bertahap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tingkat pengangguran covid-19
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top