Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sudah New Normal, Penumpang Bus masih Sepi, Agen Tiket Menjerit

Agen tiket bus di Karanganyar menjerit lantaran bisnis mereka belum juga pulih meski sektor transportasi mulai bangkit dengan pelonggaran di era new normal. Seorang pengelola agen bus bahkan mengaku penghasilannya anjlok 75 persen akibat sepinya penumpang.
Candra Mantovani
Candra Mantovani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  14:03 WIB
Kondisi kios-kios agen tiket bus antar kota di Terminal Gondangrejo, Karanganyar, Rabu 22 Juli 2020 sepi meskipun pemerintah sudah memperbolehkan bus beroperasi. - JIBI/Candra Mantovani
Kondisi kios-kios agen tiket bus antar kota di Terminal Gondangrejo, Karanganyar, Rabu 22 Juli 2020 sepi meskipun pemerintah sudah memperbolehkan bus beroperasi. - JIBI/Candra Mantovani

Bisnis.com, KARANGANYAR - Agen tiket bus di Karanganyar menjerit lantaran bisnis mereka belum juga pulih meski sektor transportasi mulai bangkit dengan pelonggaran di era new normal. Seorang pengelola agen bus bahkan mengaku penghasilannya anjlok 75 persen akibat sepinya penumpang.

Kondisi agen tiket bus di Karanganyar itu tak lepas dari dampak pandemi Covid-19. Minimnya pengguna jasa perjalanan bus membuat mereka tak bisa mencari nafkah seperti sebelum pandemi.

Pantauan Solopos.com di Terminal Gondangrejo, Karanganyar pada Rabu (22/7/2020) siang, hanya ada satu unit bus saja yang diparkir tanpa penumpang. Deretan kios berspanduk perusahaan otobus di terminal itu terlihat buka seperti biasanya, namun sepi pelanggan.

10 Berita Terpopuler: Keluarga Miskin di Bekas Gudang Pabrik Es Solo Menikah

Salah seorang agen tiket PO Harapan Jaya dan PO Laju Prima, Dwi Susanto, bercerita meskipun sudah diterapkan kenormalan baru, namun belum banyak orang yang mau menggunakan jasa transportasi bus.

Penurunan jumlah konsumen dinilainya terjun bebas jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi. “Sepi, sepi sekali penumpangnya. Bahkan ada yang tidak ada. Setiap hari paling hanya satu atau dua [bus] yang bisa saya berangkatkan. Tapi kalau daerah lain saya tidak tahu karena ada agennya sendiri. Soalnya ini jurusan antar kota antar provinsi,” jelas dia.

Dwi mengaku bisa mengeruk penghasilan sebanyak Rp3 juta hingga 4 juta per bulan sebelum pandemi. Saat ini dia maksimal hanya bisa mendapatkan penghasilan Rp1 juta per bulan.

Setelah Singapura, Negeri Asal Lee Min-ho Masuk Zona Resesi Ekonomi

Kursi Bus Dilepas untuk Pengiriman Barang
“Dulu pas belum boleh, busnya bahkan melayani ekspedisi pengantaran barang saking tidak ada penumpang. Kursi-kursinya dicopot untuk tempat barang. Saya ya ikut saja menerima jasa pengantaran barang selama waktu itu untuk bertahan hidup. Tapi sekarang sudah kembali buat penumpang saja,” terang dia.

Lebih parah dirasakan Suryono, agen tiket bus PO Langsung Jaya di Terminal Bejen, Karanganyar yang mengaku selama pandemi sama sekali tidak mendapatkan penumpang.

Tak Kantongi Izin Usaha, 4 Pengusaha Karaoke di Sragen Harus Bayar Rp4 Juta-Rp5 Juta

Satu-satunya penumpang yang menggunakan jasanya dilayani saat awal status KLB di Indonesia ditetapkan. Hingga saat ini dia mengaku tak ada penghasilan yang didapatkan dari penjualan tiket.

“Saat sebelum pandemi pasti ada penumpangnya. Sebulan ya bisa dapat setidaknya Rp1 juta. Tapi sekarang sudah nol rupiah. Benar-benar tidak ada hasil dari agen tiket bus. Meskipun memang ada satu bus setiap hari yang datang, kalau dari sini ya kosongan pas berangkat lagi. Soalnya tidak ada yang beli tiket buat naik,” jelas dia.

Untuk mencukupi kebutuhan, Suryono juga berjualan makanan ringan dan minuman ringan di kiosnya. Sehari penghasilan kotor yang diperoleh sekitar Rp100.000 hingga Rp200.000. “Ya mau bagaimana lagi, begini keadaannya,” ucap dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bus kabupaten karanganyar terminal bus New Normal
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top