Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Startup Teknologi Ritel Asal India Bidik Peritel di Asia Tenggara

Perpule meluncurkan Perpule E-Commerce+ guna menjawab peningkatan masif permintaan toko elektronik secara global.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  04:25 WIB
Ilustrasi startup - Istimewa
Ilustrasi startup - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan rintisan berbasis teknologi ritel di India, Perpule meluncurkan Perpule E-Commerce+ guna menjawab peningkatan masif permintaan toko elektronik secara global.

CEO dan Co Founder Perpule Abhinav Pathak mengatakan bahwa startup ini sedang memperluas jejaknya di pasar Asia Tenggara dan menargetkan para peritel di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina.

“Kami senang bisa terjun ke pasar Asia Tenggara dan akan berusaha melayani pelanggan dengan cara sebaik mungkin melalui platform berbasis teknologi. Kami sangat senang bisa secara resmi mengumumkan kehadiran di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina dan akan melakukan apa pun untuk membantu ritel sukses di perjalanan online mereka,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu, (8/7/2020).

Dia mengtakan bahwa komunitas ritel merupakan sektor yang paling terdampak oleh gangguan Covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

“Saya membangun Perpule dengan tujuan untuk membekali pelaku ritel dengan platform online terbaru, mutakhir, dan menyediakan  dukungan untuk menjalankan bisnis secara efektif dan menguntungkan, bahkan di saat krisis,” terangnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa lewat platform yang ditawarkan, peritel luring di bidang fesyen, kebutuhan sehari-hari, elektronik, dan makanan dapat memiliki platform daring dan aplikasi mobile mereka sendiri

Dia juga mengatakan bahwa pemain teknologi ritel ini menargetkan untuk meraup 20 persen pangsa pasar e-commerce di Asia Tenggara dengan membantu peritel beralih dari model luring ke daring secepat mungkin.

Berdasarkan data Perpule, pasar ritel di Asia Tenggara bernilai lebih dari US$700 miliar dan secara perlahan mengadopsi teknologi modern khususnya di dagang-el (e-commerce) dengan perkiraan pertumbuhan industri sebesar 25 persen pada 2020. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel StartUp
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top