Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Corona, Tren Hunian Bernuansa Alam Jadi Incara

Hunian yang menawarkan lingkungan yang sehat, bernuansa alam dan didukung infrastruktur yang baik mengalami lonjakan penjualan sejak pandemi COVID-19 mulai terjadi di Indonesia,
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  19:49 WIB
Rumah villa
Rumah villa

Bisnis.com, JAKARTA - Tren hunian di kawasan sub-urban terus menjadi buruan konsumen.

Hunian yang menawarkan lingkungan yang sehat, bernuansa alam dan didukung infrastruktur yang baik mengalami lonjakan penjualan sejak pandemi COVID-19 mulai terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta pada awal Maret 2020 silam.

Zaldy Wihardja Assistant Vice President Residential Marketing APL mengatakan tren hunian berkonsep villa di puncak menjadi salah satu buruan.

"Sejak pandemi banyak pekerjaan dilakukan dirumah. Faktor itu juga yang membuat banyak pemilik villa memilih tinggal di villa milik mereka. Apalagi jarak ke Jakarta juga mudah dengan adanya jalan tol yang langsung terhubung dengan kawasan ini," imbuh Zaldy dalam siaran persnya.

Dia menjelaskan tren penjualan villa di Vimala Hills sejak terjadinya pandemi COVID-19 terus meningkat.

"Bahkan kami membuka penawaran untuk kluster baru yaitu Everest sebanyak 55 unit dengan new konsep," tambahnya.

Villa Vimala berada di ketinggian 600 dpl di area seluas 90 hektar. Kawasan hunian ini villa Vimala menyatu dengan hotel Pullman Ciawi, Bogor yang memiliki 229 kamar dan villa diarea seluas 14 hektar.

Zaldy mengatakan, Vimala Hills yang telah beroperasi sejak tahun 2015, selama Pandemi COVID-19 juga mengalami lonjakan penghuni. Jika sebelumnya pemilik villa hanya berkunjung di akhir pekan atau hari-hari libur, saat ini justru banyak villa yang penuh dihuni.

Itu sebabnya setiap hari aktivitas di kawasan ini selalu ramai. Fasilitas yang menunjang _healthy lifestyle, seperti Private Club House with swimming pool, outdoor gym, serta riverside jogging track menjadi favorit penghuni yang berburu pancaran sinar matahari untuk meningkatkan imun tubuh.

Zaldy juga bercerita bahwa selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek sejak April lalu, banyak konsumen yang datang untuk menanyakan ketersediaan villa yang siap huni. Bahkan satu villa termahal di kawasan ini terjual seharga Rp15,5 miliar.

"Villa tersebut memiliki 5 kamar dengan luas area seluruhnya 4000 meter persegi. Justru disaat pandemi kami berhasil menjual villa termahal di Vimala Hills. Dan ini semakin mengkonfirmasi bahwa konsumen mulai beroreintasi pada hunian yang sehat dan bersih," imbuhnya.

Zaldy menambahkan, konsumen yang datang ke Vimala Hills lebih sering menanyakan berbagai hal terkait aspek kesehatan. Seperti ketersediaan fasilitas olahraga, air bersih dan kondisi lingkungan sekitar.

"Secara fisik, villa yang dibangun di Vimala juga berjarak lebar satu dengan yang lainnya. Paparan sinar matahari dan air pengunungan yang bersih tersedia lengkap di kawasan ini. Dan itulah yang menjadi pertimbangan utama konsumen yang membeli Villa di sini sejak pandemi terjadi," ujar Zaldy.

Muhammad Muchris, staf marketing di Vimala Hills mengatakan sejak pandemi banyak kolega dan konsumennya yang menanyakan ketersedian unit. Bahkan sampai Mei lalu dia bisa menjual beberapa unit villa dengan harga premium.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah hunian
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top