Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembebasan Lahan Tol Cisumdawu Lamban, Ini Masalahnya

Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan pembangunan proyek tol ini dibagi menjadi dua yaitu bagian dukungan pemerintah pada seksi 1 dan 2, serta bagian badan usaha jalan tol (BUJT) pada seksi 3 sampai seksi 6.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  22:43 WIB
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman
Foto udara Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi dua di kawasan Ranca Kalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (17/3). Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Cisumdawu bisa rampung pada akhir 2020. Jalan tol sepanjang 61,5 kilometer ini merupakan akses baru dari Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka. Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kemen PUPR menyatakan saat ini masalah yang menghambat pembangunan tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) adalah pembebasan lahan, khususnya di seksi 5 dan seksi 6.

Kepala BPJT Danang Parikesit menjelaskan pembangunan proyek tol ini dibagi menjadi dua yaitu bagian dukungan pemerintah pada seksi 1 dan 2, serta bagian badan usaha jalan tol (BUJT) pada seksi 3 sampai seksi 6.

"Kami melihat yang dikerjakan mitra BUJT sudah selesai khususnya di seksi 3, dari total 4 seksi yang menjadi kewajibannya [seksi 3-seksi 6]. Nah masalah yang saat ini di seksi 5 dan seksi 6 itu pembebasan lahannya masih sekitar 9 persen," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/7/2020).

Danang mengaku salah satu faktor penghambat proses pembebasan lahan tol Cisumdawu adalah akibat pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret lalu.

Akibatnya proses pengadaan tanah yang seharusnya dilakukan mulai dari tahapan musyawarah dengan pemilik tanah, menjadi sulit dilakukan selama pandemi.

Kemudian ada juga lahan yang saat ini dikuasai oleh perusahaan pelat merah PTPN, yang masih membutuhkan proses untuk dapat dibebaskan.

"Kami harap lahan-lahan yang belum dibebaskan ini dapat segera dibebaskan dan selanjutnya dapat dilanjutkan pekerjaan konstruksinya," ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis jalan tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisamdawu) rampung pada September 2021. Kendati saat ini masih terkendala dengan pembebasan lahan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Cisumdawu memiliki panjang 60,84 kilometer. Sebanyak 27,62 kilometer di antaranya adalah dukungan pemerintah dan 33,22 kilometer sisanya dikerjakan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol.

“Hanya masalah pembebasan lahan. Ini pak Menteri ATR [Agraria dan Tata Ruang] ditugaskan Bapak Presiden untuk menangani, karena bukan hanya masalah harga dan sebagainya, tapi ada masalah regulasi atau hukum yang ada di situ,” kata Basuki usai rapat terbatas rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top