Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KRL Penuh, Wali Kota Bogor Bima Arya Inginkan Swab Massal

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta adanya evaluasi terkait dengan kondisi KRL yang terus penuh dan akan dilakukan tes swab massal untuk mencegah penularan Covid-19.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  13:11 WIB
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line antre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (13/4 - 2020). /ANTARA
Sejumlah penumpang KRL Commuter Line antre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (13/4 - 2020). /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kota Bogor meminta dilakukan evaluasi terhadap pembagian kerja dan kapasitas gerbong kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor, setelah terjadi antrian panjang pada Senin (6/7/2020).

Pemkot Bogor pun berencana melakukan PCR test massal guna mengecek kerentanan penularan Covid-19. Walikota Bogor Bima Arya mengunggah video berisi peninjauannya bersama Direktur Utama PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti di Stasiun Bogor pada Senin (6/7/2020) pagi.

Dalam unggahan tersebut, terlihat antrian KRL mengular hingga ke tempat parkir stasiun serta adanya bus bantuan yang dinilai kurang maksimal membantu penguraian tumpukan calon penumpang.

"Ini kondisi di stasiun hari ini penumpangnya meningkat, ini sudah mendekati normal. Ini sudah dua kali lipat dari masa PSBB jadi sudah nyaris normal, bis masih berjalan tapi tidak bisa maksimal, bus tidak bisa menjadi solusi," katanya seperti dikutip dari akun Instagram Bima Arya @bimaaryasugiarto, Senin (6/7/2020).

Dia kemudian meminta kepada seluruh pemangku kepentingan agar membicarakan evaluasi total sistem pembagian kerja dan kapasitas di dalam gerbong KRL, sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat terakomodir dan tetap aman dari Covid-19.

Pihaknya menegaskan pihaknya juga akan berupaya memastikan kerentanan penularan Covid-19 melalui aktivitas komuter tersebut. "Pemkot akan melakukan swab massal untuk memastikan tingkat kerentanan penularan Covid-19 di stasiun," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Commuterline Indonesia Wiwiek Widayanti yang turut mendampingi Walikota Bogor dalam unggahan tersebut pun menyebut pengguna KRL terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Ini sudah hampir normal, kemarin trennya naik terus, waktu PSBB [pengguna KRL] 200.000-an penumpang dan sekarang sudah sampai 400.000-an," katanya.

Situasi Senin (6/7/2020) pagi ini di sejumlah stasiun terpantau antrian pengguna semakin panjang. Seperti pantauan di Stasiun Bogor, para calon pengguna KRL sudah mulai mengantri sejak pukul 05.30 WIB hingga halaman parkir stasiun.

Begitu pula pantauan di Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Bekasi, dan Rangkasbitung. Hingga pukul 10.00 WIB tercatat ada 166.044 pengguna KRL, meningkat 7 persen dibandingkan dengan Senin (29/6/2020) lalu pada kurun waktu yang sama.

Di Stasiun Bogor, setiap pemberangkatan bus bantuan dari pemerintah senantiasa ramai digunakan para calon pengguna KRL. Bus yang mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB melayani trayek Stasiun Bogor menuju Tebet, Manggarai, Tanah Abang, dan Juanda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl stasiun
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top