Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manfaatkan Penurunan Suku Bunga BI untuk Membeli Rumah

Dalam kondisi seperti sekarang ini diharapkan perbankan dapat merespons secara cepat untuk menurunkan suku bunga kreditnya termasuk KPR.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Juni 2020  |  19:32 WIB
Pengunjung mencari informasi mengenai kredit hunian dalam pameran Indonesia Properti Expo 2020 di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pengunjung mencari informasi mengenai kredit hunian dalam pameran Indonesia Properti Expo 2020 di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 4,25 persen, yang menjadi rekor terendah sejak awal 2018.

Penurunan suku bunga tersebut menjadi upaya BI untuk mendorong stabilitas ekonomi dan mendorong pemulihan ekonomi di tengah wabah virus Corona. Penurunan suku bunga ini juga bisa menjadi angin segar di industri properti karena bisa dimanfaatkan sebagai momen untuk membeli rumah.

Country Manager Rumah.com Marine Novita mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli hunian.

“Dalam kondisi seperti sekarang ini diharapkan perbankan dapat merespons secara cepat untuk menurunkan suku bunga kreditnya termasuk KPR [kredit pemilikan ruma] sehingga penurunan suku bunga acuan dapat ikut menstimulus sektor properti khususnya subsektor perumahan atau apartemen,” ungkap Marine melalui siaran pers, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, jika penurunan suku bunga bisa mendorong sektor properti, artinya akan mendorong sektor industri lainnya juga karena properti memiliki dampak turunan terhadap lebih dari 170 industri terkait.

“Penurunan suku bunga acuan BI memang tidak akan langsung berpengaruh terhadap rate yang efektif di level konsumen, tapi tidak ada salahnya calon debitur KPR untuk mempersiapkan diri lebih awal apalagi bagi mereka yang masih memiliki utang atau cicilan lainnya,” kata Marine.

Hal ini juga sejalan dengan hasil survei PropertyGuru Consumer Sentiment Study Semester I/2020 ketika Rumah.com mengungkap potret pencari rumah di Indonesia: proporsi yang belum punya rumah, dan minat mencari rumah terbesar di Asean.

Secara umum di kawasan Asia Tenggara mayoritas calon pembeli rumah memiliki kebiasaan yang sama untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah. Sebanyak 69 persen responden Indonesia memiliki kebiasaan tersebut yang merupakan tertinggi kedua setelah Singapura sebanyak 70 persen.

Sementara itu, sebagian kecil calon pembeli rumah di kawasan Asia Tenggara memiliki kebiasaan untuk memulai menabung setelah mendapatkan estimasi harga rumah. Sejumlah 20 persen responden Indonesia mempunyai kebiasaan tersebut dan merupakan paling rendah di kawasan.

Sementara itu, Malaysia memiliki jumlah 30 persen responden, Singapura 22 persen responden, dan Thailand 31 persen responden.

Marine menjelaskan bahwa hal tersebut secara umum menunjukkan di Indonesia dan Singapura, masyarakatnya memiliki kecenderungan untuk menabung terlebih dahulu sebelum membeli rumah, daripada menabung setelah mengetahui harga rumah.

Adapun, responden Indonesia menunjukkan intensi paling tinggi di Asia Tenggara untuk rencana pembelian properti di dalam negeri dengan jumlah 89 persen responden, sedangkan 6 persen responden lainnya mempunyai intensi untuk membeli properti di luar negeri, 3 persen responden tidak memiliki keinginan untuk membeli properti, dan 6 persen responden lainnya tidak tahu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kpr
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top