Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PNBP Perikanan Tangkap Naik, KKP Buka Layanan Perizinan 24 Jam

Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  19:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam perikanan tangkap terus mengalami kenaikan di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar mengatakan hingga 19 Juni 2020, PNBP SDA perikanan tangkap sebesar Rp298 miliar atau naik 17,78% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp298 miliar.

Faktor kenaikan ini katanya karena meningkatnya permohonan izin usaha perikanan tangkap. Menurut Mochtar setiap bulannya terdapat lebih dari 700 izin yang diajukan. Antusias pelaku usaha ini katanya membuktikan layanan melalui Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT) 1 jam online berdampak positif.

"Layanan online ini menjawab permasalahan tingginya permohonan perizinan yang masuk melalui SILAT. Sudah satu semester kita jalankan ini dan responnya baik," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (23/6/2020).

Tercatat, hingga 22 Juni 2020, layanan SILAT online 1 jam telah menerbitkan 4.080 dokumen perizinan sejak diluncurkan pada 31 Desember 2019. Angka ini terdiri dari 1.158 Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), 2.750 Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan 172 Surat Izin Kapal Penangkut Ikan (SIKPI).

Zulficar menyebut dengan adanya antusiasme ini, KKP akhirnya menambah waktu layanan SILAT selama 24 jam. Petugas pelayanan diatur oleh Direktorat Perizinan dan Kenelayanan tentang waktu dan pembagian kerjanya.

"Layanan 24 jam ini nantinya akan berlaku di hari kerja saja. Tutup pada Hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional," jelasnya.

Inovasi loket layanan usaha perikanan tangkap 24 jam ini diharapkan dapat terus meningkatkan iklim usaha perikanan tangkap. Para pelaku usaha akan didorong untuk dapat mengisi kekosongan daerah penangkapan ikan tidak hanya di zona ekonomi eksklusif Indonesia namun hingga ke laut lepas.

"Ikan banyak, namun tidak ada armada kita di sana, sehingga berpotensi kapal asing masuk ke perairan Indonesia. Kita akan kawal dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengawasan," tukas Zulficar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Desyinta Nuraini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top