Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Susunan Direksi Pertamina: Ramping dan Melaju Sebagai Holding

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan perombakan sekaligus mengubah nomenklatur direksi Pertamina.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  12:10 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama dengan Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama dengan Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk merombak jajaran direksi perseroan. Struktur manajemen di level direksi kini lebih ramping.

Menteri BUMN Erick Thohir melakukan perombakan sekaligus mengubah nomenklatur direksi Pertamina. Jika sebelumnya ada sembilan posisi direksi, saat ini dipangkas menjadi enam posisi direksi termasuk Direktur Utama. 

Nicke Widyawati, tidak tergantikan. Posisi Nicke sebagai Direktur Utama akan diperkuat oleh lima direktur. 

Sebagian besar figur yang menghuni kursi direksi Pertamina merupakan sosok lama. Mereka adalah Koeshartanto (Direktur SDM), Emma Sri Martini (Direktur Keuangan), M. Haryo Yunianto (Direktur Penunjang Bisnis), dan Mulyono (Direktur Logistik dan Infrastruktur).

Hanya ada satu nama baru dalam jajaran direksi Pertamina, yaitu Iman Rachman. Iman didapuk sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Bisnis.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan apa yang diramalkan telah direalisasikan oleh Kementerian BUMN.

"Melihat ini [susunan direksi] sudah ada gambaran arahnya ke sana [holding], di Pertamina. Pengurangan direksi menyatukan kemajuan, efisiensi dan memudahkan berkoordinasi," katanya saat dihubungi Bisnis, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, saat ini yang menjadi tantangan adalah dileburnya beberapa direktorat menjadi Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Bisnis. 

"Nah ini, kita perlu lihat tantangan di direktorat ini. Karena proyek kilang dan hulu migas ada di situ," tambahnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi mengatakan dua pekerjaan berat direksi terpilih adalah mempercepat proyek kilang dan mendorong produksi hulu migas. 

"Proyek kilang jangan sampai tertunda lagi. Untuk hulu migas, Pertamina tidak bisa hanya mengandalkan lapangan tua, perlu eksplorasi," ujarnya.

Terkait dengan perampingan direksi, pihaknya mengapresiasi langkah Erick Thohir untuk meningkatkan efisiensi organisasi. Dengan posisi Pertamina sebagai induk usaha, maka ujung tombak perusahaan adalah anak usaha.

"Saya kira itu susuna struktur holding," tambahnya.

Berikut susunan direksi Pertamina hasil RUPS yang berlangsung hari ini, Jumat (12/6/2020).

  • Direktur Utama : Nicke Widyawati
  • Direktur SDM : Koeshartanto
  • Direktur Keuangan : Emma Sri Martini
  • Direktur Penunjang Bisnis : M. Haryo Yunianto
  • Direktur Logistik dan Infrastruktur : Mulyono
  • Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Bisnis : Iman Rachman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina BUMN erick thohir
Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top