Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Premium

Waswas Penambang Menanti Aturan Dana Cadangan

27 Mei 2020 | 23:40 WIB
Revisi undang-undang Mineral dan Batu Bara yang baru ditetapkan mewajibkan pembentukan dana cadangan.

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha pertambangan meminta dilibatkan dalam pembahasan peraturan pemerintah mengenai kewajiban alokasi dana ketahanan cadangan eksplorasi tambang mineral dan batu bara.

Kewajiban menyisihkan sebagian penjualan itu tertuang dalam pengesahan revisi Undang-Undang pertambangan mineral dan batu bara (Minerba). Pasal 112 UU beleid anyar tersebut, menetapkan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) atau izin usaha pertambangan khusus (IUPK)  wajib mengalokasikan sebagian dana yang dikelola dalam satu badan tertentu. 

Nantinya, dana urunan sebagian hasil penjualan mineral dan batubara itu bakal digunakan membiayai eskplorasi. Utamanya untuk kegiatan penemuan cadangan baru. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Baru Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan pihaknya memahami upaya pemerintah agar aktivitas eksplorasi bisa lebih bergairah. Menurutnya, ketentuan itu sepenuhnya kewenangan pemerintah. 

“[Namun nantinya] kami berharap bisa dilibatkan dalam pembahasan peraturan pelaksanaan dalam bentuk PP,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (26/5/2020). 

Hendra menyebutkan pelaku usaha membutuhkan detail soal dana ketahanan cadangan yang perlu diklarifikasi dalam PP. Detail itu meliputi formula besaran dana cadangan, penempatan, hingga penggunaannya yang diprioritaskan untuk kegiatan penemuan cadangan baru atau dalam hal ini eksplorasi green field. 

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top