Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisata Yogyakarta Masih Belum Dibuka, Ini Penjelasannya

Aktivitas pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta belum bisa dibuka kembali karena masih menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  15:48 WIB
Andong di Malioboro Yogyakarta - Istimewa
Andong di Malioboro Yogyakarta - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta belum bisa dibuka kembali karena masih menunggu rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo mengatakan telah membangun kesiapan menyongsong era normal baru, sejumlah kegiatan dilakukan meliputi pembersihan, perbaikan dan penambahan fasilitas kebersihan seperti sarana cuci tangan di destinasi wisata. Peningkatan kualitas SDM pariwisata juga diupayakan melalui pelatihan marketing, visitor manajemen, hingga pemanduan secara daring.

"Berkaitan dengan kapan dibukanya destinasi wisata di DIY tentunya akan memperhatikan kesiapan baik destinasi maupun SDM dan melihat situasi kondisi perkembangan Covid-19, serta setelah mendapat rekomendasi dari Tim Gugus Tugas di DIY," kata Singgih, Jumat (22/5/2020).

Dia menambahkan standar operasional prosedur (SOP) juga tengah disiapkan mencakup standar protokol kebersihan, kesehatan dan keamanan untuk akomodasi, restoran, transportasi, destinasi, dan kegiatan.

Contohnya, di hotel pada saat wisatawan menginap, prosedur apa saja yang harus di ikuti, pengecekan suhu badan, penggunaan masker, penanganan kamar setelah tamu check out, termasuk transportasi, daya tampung mobil menyesuaikan protokol physical distancing, serta penyediaan hand sanitizer.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan informasi berupa konten video berisi serangkaian kegiatan persiapan di destinasi atau desa wisata serta mendemonstrasikan keseriusan industri wisata dalam menyiapkan aspek higienis dan sanitasi.

Singgih mengaku juga memberikan stimulus pemasangan wastafel di 50 destinasi atau desa wisata di DIY dengan pola padat karya masyarakat.

"Secara prinsip bahwa pada saat ini kami membantu bagaimana destinasi dan pelaku usaha pariwisata dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu dan meyakinkan wisatawan memperoleh jasa dan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top