Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos BI Ingatkan Risiko Covid-19 Menjalar ke 3 Sektor Ini

Pandemi Corona menyebabkan peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global yang akhirnya menghambat pemulihan ekonomi domestik, terutama tiga sektor berikut ini
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 28 April 2020  |  14:28 WIB
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). -  ANTARA / M Risyal Hidayat
Sejumlah truk membawa muatan peti kemas di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). - ANTARA / M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry warjiyo mengatakan dampak wabah virus Corona (Covid-19) memukul tiga sektor penting yang dimiliki Indonesia, yaitu pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 secara cepat dan masif ke banyak negara di luar China pada awal 2020 memberikan tekanan kepada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

"Risiko Covid-19 tersalurkan melalui jalur pariwisata, perdagangan, dan investasi. Pandemi Corona menyebabkan peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global yang akhirnya menghambat pemulihan ekonomi domestik," katanya seperti dikutip dalam buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK), Selasa (28/4/2020).

Dia menuturkan dampak sektor perdagangan, yaitu melambatnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia sehingga menurunkan prospek pertumbuhan ekspor barang asal Indonesia.

Dari sisi pariwisata, Perry memperkirakan kinerja sektor ini akan menurun akibat terhambatnya proses mobilitas antar negara sejalan dengan upaya memitigasi risiko perluasan Covid-19, yaitu melalui social distancing dan physical distancing. Sementara itu, Covid-19 menyebabkan gejolak pada pasar valas dan pasar keuangan, seperti pasar saham dan pasar obligasi.

"Jika dilihat dari jalur pendapatan, pandemi Covid-19 diperkirakan akan menggerus permintaan swasta dan pemerintah," imbuhnya.

Perry menuturkan Covid-19 telah menyebar ke 209 negara, tidak hanya di kawasan Asia, tetapi juga ke Eropa dan Amerika Serikat hingga akhir Maret 2020. Perkembangan tersebut menyebabkan ketidakpastian yang sangat tinggi dan menurunkan kinerja pasar keuangan global. Covid-19 juga menekan banyak mata uang dunia, serta memicu pembalikan modal (capital outflow) ke aset keuangan yang dianggap aman (safe heaven assets).

Prospek pertumbuhan ekonomi dunia juga menurun akibat terganggunya rantai penawaran global, menurunnya permintaan dunia, dan melemahnya keyakinan pelaku ekonomi.

Data Februari 2020 menunjukkan berbagai indikator dini global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI), konsumsi, dan produksi listrik menurun tajam.

"Dampak Covid-19 terhadap perekonomian global akan semakin berat karena terbatasnya ruang kebijakan fiskal dan moneter di tengah pertumbuhan ekonomi yang rendah," tutur Perry.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bank indonesia pariwisata perdagangan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top