Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Agar Santri Produktif, KKP Tebar Benih Lele Mutiara ke Ponpes

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan sebanyak 6.000 benih ukuran 5-7 cm lele mutiara didistribusikan ke Ponpes Minhajut Thalibin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 April 2020  |  07:48 WIB
Pekerja memanen ikan lele hasil budidaya di Tegalrejo, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2019). - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Pekerja memanen ikan lele hasil budidaya di Tegalrejo, Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2019). - ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan SDM (BRSDM) mendistribusikan benih lele Mutiara, yang merupakan hasil riset berbasis produktivitas unggul, kepada Pondok Pesantren Minhajut Thalibin, Subang, Jawa Barat.

Kepala BRSDM Sjarief Widjaja mengatakan sebanyak 6.000 benih ukuran 5-7 cm lele mutiara didistribusikan ke Ponpes Minhajut Thalibin. Selain itu, Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) juga menyiapkan sarana penunjang seperti kolam bioflok beserta kebutuhan pakan.

"Ini merupakan salah satu kegiatan BRSDM, dalam rangka membangun wirausahawan baru dalam sektor perikanan di kalangan santri, namanya pesantrenpreneur," katanya, Kamis (9/4/2020).

Di tengah pandemi Covid-19, lanjut Sjarief,  ekonomi masyarakat tidak boleh lesu. Untuk itu, pihaknya melakukan riset pengembangan Lele Mutiara sebagai upaya membantu meningkatkan perekonomian khususnya di pesantren.

"Kita berharap, selain dari kegiatan riset, sinergi budidaya bioflok ini juga dapat menjadi sebuah nilai tambah bagi ponpes dalam mengembangkan kewirausahaan serta memenuhi kebutuhan sumber protein," ujar Sjarief.

Dalam pelaksanaannya, pendistribusian benih lele Mutiara dilakukan sesuai SOP dalam menangkal wabah Covid-19.

Kepala BRPI, Joni Haryadi memaparkan bahwa lele Mutiara memiliki beragam keunggulan, diantaranya yakni, laju pertumbuhan tinggi dan lama pemeliharaan singkat.

"Lama pembesaran benih tebar berukuran 5-7 cm atau 7-9 cm dengan padat tebar 100 ekor per meter persegi berkisar 40-50 hari, sedangkan pada padat tebar 200-300 ekor per meter persegi berkisar 60-80 hari," ucapnya.

Di samping itu, ujar dia, lele Mutiara juga memiliki keseragaman ukuran relatif tinggi, daya tahan terhadap penyakit relatif tinggi, toleransi lingkungan relatif tinggi, serta produktivitas relatif tinggi.

"Strain unggul ikan lele Mutiara perlu disebarluaskan penggunaannya kepada masyarakat pelaku usaha budidaya ikan lele di seluruh Indonesia, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ikan lele nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya dan masyarakat pelaku ekonomi ikan lele," jelas Joni.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp ikan lele

Sumber : Antara

Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top