Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingin Pacu Produksi Klorokuin, GP Farmasi Terhimpit Iuran JKN

Industri farmasi menyatakan kesiapannya untuk memproduksi klorokuin dalam jumlah besar. Hanya saja, mereka harus terhambat oleh tagihan iuran JKN yang belum seluruhnya terbayarkan.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 08 April 2020  |  17:32 WIB
Chloroquine - istimewa
Chloroquine - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Perusahaan Farmasi (GP Farmasi) menyatakan rata-rata utilisasi atau kapasitas terpasang industri farmasi hanya sekitar 55-60 persen sehingga jika memproduksi klorokuin sebagai alternatif obat covid-19 akan menghasilkan 3 juta butir per bulan.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Farmasi (GP Farmasi) Dorojatun Sanusi mengatakan angka itu sama dengan produksi yang sudah dilakukan oleh satu perusahaan farmasi saja yakni PT Kimia Farma.

Menurutnya, dari GP Farmasi sebenarnya bisa melakukan produksi dalam jumlah lebih besar lagi. Namun, saat ini sejumlah perusahaan sedang terganjal masalah finansial utamanya dari iuran JKN yang belum dibayarkan.

"Kami ingin mendapat kesempatan untuk melakukan produksi klorokuin agar dapat memasok ke RS juga vitamin yang kini permintaannya sangat tinggi tapi terhimpit dengan kemampuan finansial yang terbatas," katanya dalam rapat virtual dengan Komisi IX, Rabu (8/4/2020).

Dorojatun mengemukakan masalah utama lainnya dalam produksi klorokuin di dalam negeri yakni bahan baku yang saat ini sulit didapat. Pasalnya, India sedang menerapkan kebijakan lockdown dan China belum merespon permintaan para pengusaha dalam negeri.

Menurutnya, kesulitan produksi klorokuin ini juga kaitannya dengan kegunaan di masa lalu hanya untuk pengobatan malaria dan setelah itu sudah tidak banyak digunakan lagi.

Sisi lain, GP Farmasi kini juga menyiapkan seluruh rangkaian kerja agar fokus covid-19 ini tidak menyampingkan perhatian pada pemenuhan obat kronis seperti diabetes, jantung, pembuluh darah, dan kanker serta infeksi lainnya.

"Dengan keterbatasan finansial dan pasokan bahan baku dari India dan China kami semaksimal mungkin menjaga ketersediannya," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Chloroquine GP Farmasi
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top