Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Empat Badan Usaha Kantongi Hak Khusus Niaga Gas Bumi

Dalam sidang komite yang digelar akhir Maret lalu, komite BPH Migas menggelar sidang untuk usulan permohonan hak khusus niaga gas bumi dari badan usaha yang memiliki fasilitas jaringan distribusi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 07 April 2020  |  18:07 WIB
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (kiri) berdialog dengan Retail Operational AKR Lampung Hariyono mengenai penghentian penjualan solar subsidi di SPBKB AKR Katibung, Lampung Selatan. - Bisnis / David Eka I.
Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa (kiri) berdialog dengan Retail Operational AKR Lampung Hariyono mengenai penghentian penjualan solar subsidi di SPBKB AKR Katibung, Lampung Selatan. - Bisnis / David Eka I.

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak empat badan usaha mengantongi hak khusus niga gas bumi yang diberikan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Dalam sidang komite yang digelar akhir Maret lalu, komite BPH Migas menggelar sidang untuk usulan permohonan hak khusus niaga gas bumi dari badan usaha yang memiliki fasilitas jaringan distribusi.

Adapun, badan usaha yang mengusulkan permohonan di antaranya adalah . PT. Rabana Gasindo Makmur,  PT Surya Energi Parahita, PT Inti Alasindo Energy.

Sementara itu, Sidang Komite juga dilakukan dalam rangka permohonan pengalihan status pemenang lelang dan pemberian hak khusus pengangkutan gas bumi ruas transmisi Gresik – Semarang dari PT Pertamina (Persero) kepada PT Pertamina Gas.

Dalam sidang yang dipimpin langsung oleh Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, keempat badan usaha tersebut diputuskan mendapatkan hak khusus.

“Kami menyetujui untuk menetapkan hak khusus niaga gas bumi bagi PT. Rabana Gasindo Makmur, PT Surya Energi Parahita, PT Inti Alasindo Energy. Dan khusus untuk PT Pertagas Niaga kami mengimbau agar dapat menyampaikan kajian hukum terkait pengalihan status hak khusus untuk ruas transmisi Gresik – Semarang dari PT Pertamina (Persero) kepada PT Pertamina Gas” kata Fanshurullah dalam keterangan resminya yang dikutip Bisnis, Selasa (7/4/2020).

Penetapan hak khusus bagi PT Rabana Gasindo Makmur, PT Surya Energi Parahita, dan PT Inti Alasindo Energy berlaku sejak Izin Usaha Niaga Minyak dan Gas Bumi ditetapkan.

Sementara itu, pemberian hak khusus bagi PT Pertamina Gas mempunyai jangka waktu sejak tanggal ditetapkan atau dimulainya pengaliran gas bumi atau kegiatan usaha pengangkutan gas bumi melalui pipa sampai dengan jangka waktu kontrak pada Amandemen III Perjanjian Pengangkutan Gas (PPG) antara PT Pertamina Gas dan PT Pertagas Niaga.

Sekadar informasi, hak khusus merupakan hak yang diberikan oleh badan pengatur kepada badan usaha untuk mengoperasikan pengangkutan gas bumi melalui pipa pada ruas transmisi dan atau pada wilayah jaringan distribusi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solar bph migas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top