Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Mobil Timor saat sedang diturunkan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mobil tersebut dirakit di Korea Selatan untuk kemudian dijual di Indonesia.
Premium

Historia Bisnis: Pak Harto, Tak Perlu Banding Usaha Tommy di Sidang WTO

30 Maret 2020 | 14:08 WIB
WTO memenangkan gugatan sejumlah negara atas isu penabalan mobnas kepada Timor, kendaraan yang dibuat oleh perusahaan milik Tommy Soeharto. Menurut WTO, status Mobnas tersebut tidak membuat keadilan dalam industri otomotif di Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA - Awal tahun 1998, sepertinya bukan menjadi periode menyenangkan bagi Hutomo Mandala Putera, alias Tommy Soeharto. Pasalnya, pada masa-masa itu, salah satu perusahaannya harus mendapati kenyataan pahit: diusik di sidang panel World Trade Organization (WTO).

Lembaga internasional yang kedudukannya di bawah PBB itu memang tak secara langsung menyentil PT Timor Putra Nasional, perusahaan yang dimilik Tommy dalam memproduksi kendaraan dengan jenama Timor.

Namun, WTO memenangkan gugatan yang diajukan oleh Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, kepada pemerintah Republik Indonesia. Gugatan itu berupa penabalan status mobil nasional (Mobnas) ke Timor.

Pasalnya, dengan status tersebut mobil Timor menjadi momok bagi para produsen kendaraan sedan lain di tanah air. Embel-embel Mobnas, otomatis harganya menjadi lebih murah dibanding kendaraan sekelasnya.

Bahkan, dalam catatan Bisnis Indonesia, harga mobil Timor bisa setengah dari kendaraan sejenis buatan Jepang yang berada di kisaran Rp70 jutaan. Apalagi jika dibandingkan dengan produk AS dan Eropa.

Maka, tak perlu heran jika negara-negara tersebut kemudian menyoal status Mobnas di WTO dan memenangkannya. Isu soal ini sempat dikupas Harian Bisnis Indonesia sepanjang akhir Maret 1998.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top