Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Driver Ojol Dilarang Bergerombol Saat Menunggu Orderan

Polri mengancam akan membubarkan pengemudi ojek online yang kerap berkumpul saat menunggu orderan di beberapa lokasi di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  18:51 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (3/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di Jakarta, Senin (3/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengancam akan membubarkan pengemudi ojek online (ojol) yang kerap berkumpul saat menunggu orderan di beberapa lokasi di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono meminta seluruh pengemudi ojol harus tetap saling menjaga jarak dan tidak diizinkan untuk berkumpul dalam rangka apapun. Pelayanan ojek online harus memperhatikan social distancing atau pembatasan sosial sehingga dapat terhindar dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Semua ojek online tidak boleh berkumpul selama menunggu orderan atau customer dan harus tetap menjaga jarak," tuturnya, Selasa (24/3/2020).

Menurut Argo, Polisi tetap akan membubarkan pengemudi ojek online yang tengah berkumpul selama menunggu orderan dengan cara persuasif dan humanis.

Argo mengimbau agar seluruh pengemudi ojek online patuh terhadap Polisi untuk membubarkan diri, sehingga dapat menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Kami tetap mengimbau secara persuasif dan humanis kepada seluruh lapisan masyarakat agar membubarkan diri," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Ojek Online
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top