Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tertekan Corona dan Harga Minyak, Penerimaan Pajak Melorot Hampir 5 Persen

Kontraksi pada penerimaan pajak terutama disebabkan oleh wabah Covid-19 yang menurunkan kinerja korporasi dan kegiatan ekspor impor serta penurunan harga minyak global yang menekan penerimaan dari migas.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  20:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi penerimaan pajak terhitung sejak Januari hingga Februari 2020 tercatat hanya sebesar Rp152,9 triliun, tekontraksi -4,9% (yoy). Pada periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak mampu mencapai Rp160,9 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan kontraksi pada penerimaan pajak terutama disebabkan oleh wabah Covid-19 yang menurunkan kinerja korporasi dan kegiatan ekspor impor serta penurunan harga minyak global yang menekan penerimaan dari migas.

Tercatat, realisasi Pajak Penghasilan (PPh) Badan mengalami kontraksi hingga -19,57% dengan realisasi sebesar Rp20,2 triliun.

PPh Pasal 22 Impor serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Impor juga tercatat hanya terealisasi sebesar Rp8,01 triliun dan Rp23,6 triliun dengan kontraksi masing-masing sebesar -10,63% (yoy) dan -12,15% (yoy).

Hal ini sejalan dengan impor yang masih di tumbuh negatif. Meski demikian, PPN dalam negeri tercatat tumbuh, berbanding terbalik dengan Februari tahun sebelumnya dimana PPN dalam negeri mengalami kontraksi. Tercatat, penerimaan dari PPN dalam negeri enapai Rp30,64 triliun, tumbuh 4,81% (yoy) dan sebagian besar ditopang oleh membaiknya kinerja sektor manufaktur.

"PPN tumbuh tetapi PPh Badan masih kontraksi, ini ada penurunan setoran karena kinerja 2019 tidak sebagus yang mereka proyeksikan, pertumbuhan ini PPN menunjukkan adanya kinerja positif di manufaktur," ujar Sri Mulyani, Rabu (18/3/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani ppn penerimaan pajak pajak penghasilan
Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top