Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Jurus BUMN Penuhi Kebutuhan Masker

BUMN akan mengimpor bahan baku masker dan produk jadi serta melarang ekspor masker guna memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  18:56 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. - Ilman A. Sudarwan
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga. - Ilman A. Sudarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melansir sejumlah BUMN akan melakukan upaya untuk menambah stok masker di dalam mengeri. Di samping impor bahan baku, BUMN juga akan mengimpor produk jadi guna memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri. 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan masker menjadi komoditas penting di tengah penyebaran virus corona (covid-19). Untuk itu, selepas Februari 2020, tidak ada lagi BUMN yang mengekspor masker karena kebutuhan di dalam negeri menjadi prioritas.

Arya menerangkan, bahan baku yang didatangkan dari luar negeri akan diproses lebih lanjut oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. Selain itu beberapa BUMN juga akan melakukan impor masker langsung dari luar negeri.

“Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan juga, jadi ada yang kita lakukan, pertama adalah impor bahan baku masker berasal dari India dan China. Kedua, impor masker,” katanya di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Dia mengatakan kain untuk masker akan diimpor dari India. Impor juga akan diupayakan dari China meski perlu usaha ekstra karena Negeri panda itu juga tengah memerlukan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Menurut Arya, Kementerian BUMN juga akan menyetop ekspor masker oleh perusahaan pelat merah. Dia memastikan sejak Februari tidak ada lagi ekspor masker oleh BUMN. Ekspor terakhir dilakukan pada Januari.

“Setelah itu [Januari] kami sudah minta sudah tidak ada lagi ekspor-ekspor masker, jadi memang yang kami ketahui itu Januari terakhir, kalau Februari sih tidak ada. Januari kami masih proses [pemesanan] yang lama,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan ekspor masker selama Februari 2020. Hal ini terlihat dari kenaikan pengiriman barang dengan kode HS 63 yang merupakan barang tekstil jadi lainnya. Jumlah ekspor golongan barang ini meningkat dari US$17,8 juta pada Januari, menjadi US$89,8 juta pada Februari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona masker BUMN
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top