Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seorang Miliarder Akan Bangun Gedung Tertinggi di Thailand. Siapakah Dia?

Miliarder asal Thailand melalui unit propertinya yaitu Asset World Corp. berniat membangun gedung pencakar langit tertinggi di negaranya.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  06:46 WIB
Bangkok, Thailand. - Brent Lewin/Bloomberg
Bangkok, Thailand. - Brent Lewin/Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Miliarder asal Thailand Charoen Sirivadhanabhakdi melalui unit propertinya yaitu Asset World Corp. berniat membangun gedung pencakar langit tertinggi di negaranya.

Meskipun demikian, informasi mengenai detail gedung pencakar langit tersebut hanya sedikit. Belum ada informasi resmi mengenai ketinggian dan kepastian mengenai target penyelesaiannya. 

Namun, pembangunan menara pencakar langit di tengah proyek lainnya yang bernilai US$948 juta di tepi sungai Chao Phraya Bangkok ini merupakan simbol dari strategi pertumbuhan agresif Asset World .

"Ini mewujudkan apa yang ingin dilakukan oleh perusahaan kami, menetapkan tren baru dan mengangkat tolok ukur," kata Chief Executive Officer Asset World yang juga anak perempuan Charoen, Wallapa Traisorat seperti dilansir Bloomberg, Kamis (27/2/2020).

Dia menyatakan bahwa bangunan pencakar langit itu akan menjadi landmark baru yang dapat menarik lebih banyak pengunjung ke Thailand.

Meskipun demikian, berdasarkan proyeksi yang akan datang pasar properti dan pariwisata di Asia Tenggara diperkirakan akan mengalami masa yang sulit. 

Selain itu, Bangkok juga saat ini tengah menghadapi persoalan kelebihan pasokan dengan 100.000 unit kosong dan diperkirakan akan bertambah ke depannya.

Hal itu disebabkan karena selama bertahun-tahun investor asal China menopang sektor real estat di Thailand. Namun, saat ini investor asal Negeri Panda itu menjauh karena pembatasan perjalanan dan kekacauan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona. 

Badan Konsultasi untuk Urusan Real Estat di Thailand memperkirakan kontribusi dari investor asing terhadap pembelian apartemen pada 2020 hanya sekitar 10 persen atau menurun jika dibandingkan realisasi pada dua tahun sebelumnya.

Sementara itu, sektor pariwisata di Thailand juga ikut terpukul akibat wabah virus corona. Pendapatan negara dari sektor pariwisata mengalami penurunan akibat berkurangnya jumlah wisatawan dari China yang berkunjung ke Thailand. 

Melihat kondisi tersebut, Wallapa mengaku tidak terganggu dan tetap mempertahankan pembangunan proyek tersebut. Dia menilai, dampak virus corona hanya akan bersifat jangka pendek.

Sementara itu, selama empat tahun berturut-turut hingga 2018, Bangkok dinobatkan sebagai kota yang paling banyak dikunjungi di dunia atau melampaui di Paris, London, Dubai dan Singapura.

"Akan ada pertumbuhan tahun ini, industri pariwisata selalu berhasil bangkit kembali,” ujarnya. 

Untuk pembangunan gedung pencakar langit di Thailand, Asset World bermitra dengan Adrian Smith + Gordon Gill Architecture yaitu perusahaan di balik bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa.

Gedung pencakar langit itu rencananya akan melampaui rekor Thailand saat ini yaitu Magnolias Waterfront Residences di IconSiam yang tingginya mencapai 318 meter dan selesai pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti thailand
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top