Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov Bali Wajibkan Hotel dan Restoran Pasang Panel Surya Atap

Pemprov Bali mendorong industri pariwisata di Bali untuk menggunakan energi bersih dengan mewajibkan pemasangan panel surya atap di hotel, restoran, gedung, dan rumah warga.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  20:33 WIB
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan -  Bisnis / David E. Issetiabudi
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan - Bisnis / David E. Issetiabudi

Bisnis.com,DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali mendorong pemilik properti baik hotel, gedung, indekost, restoran, dan rumah warga untuk menggunakan listrik dari energi matahari dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pihaknya ingin Pulau Dewata untuk menggunakan energi bersih yang ramah lingkungan. Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No.45/2019 tentang Bali energi Bersih. 

Salah satu poin yang termuat dalam peraturan tersebut yakni bangunan pemerintah pusat dan daerah, bangunan komersial industri, sosial dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari 500 meter persegi diwajibkan untuk memasang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan tenggat waktu mulai dari 2021 hingga 2024 mendatang. 

"Saya segera kumpulkan semua bupati, pengusaha hotel, restoran, PHRI, supermarket, dan lainnya untuk menyosialisasikan program PLTS atap dan segera menjalankannya," ujarnya saat meresmikan PLTS di kompleks perkantoran Indonesia Power, Senin (24/2/2020). 

Pihaknya akan mendorong industri pariwisata untuk menggunakan energi bersih termasuk penggunaan kendaaran listrik. Menurutnya, hal tersebut tak hanya ramah lingkungan tetapi juga sangat efisien.

"Ditambah lagi dengan lembaga riset dan diklat energi baru terbarukan di Bali. Kami akan mendorong juga bangunan baru yang tengah mengajukan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) diberikan syarat komitmen kesanggupan penggunaan energi bersih," ucapnya.

Tahun ini sendiri, komitmen penggunaan energi bersih akan didorong dengan dikeluarkannya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk tata cara pelaksanaan dan aturannya akan dikeluarkan dalam bentuk instruksi gubernur.

Lebih lanjut, dia menjelaskan kebutuhan energi Bali saat ini sebagian besar masih dipenuhi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batu bara. Namun, sebagian lagi sudah ada yang dikonversi dari PLTU menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). 

"Ada listrik yang datang dari Paiton, Jawa Timur dimana pembangkitnya masih menggunakan batu bara. Saya tidak mengizinkan lagi penambahan kapasitas kalau menggunakan batu bara. Kami ingin Bali menggunakan EBT, minimum dengan bahan bakar gas dan kebijakan ini harus diikuti," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bali energi baru terbarukan plts
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top