Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adi Pratama Ekspor CCTV Ke Amerika Serikat

Direktur PT Adi Pratama Indonesia Raymond Tedjokusumo mengatakan pihaknya melihat potensi penjualan CCTV Camera sangat baik, hingga akhirnya perusahaan mendapatkan pesanan dari pembeli di Amerika Serikat (AS).
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  18:08 WIB
Petugas memantau kondisi lalu lintas melalui monitor kamera pengawas (CCTV) berpengeras suara saat uji coba di ruang Network Operation Center (NOC) Unit Pelayanan Sistem Pengendali Lalu Lintas (UP SPLL) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rabu (4/10). - JIBI/Dwi Prasetya
Petugas memantau kondisi lalu lintas melalui monitor kamera pengawas (CCTV) berpengeras suara saat uji coba di ruang Network Operation Center (NOC) Unit Pelayanan Sistem Pengendali Lalu Lintas (UP SPLL) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Rabu (4/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan perakitan elektronik, PT Adi Pratama Indonesia melakukan ekspor CCTV Camera ke pasar Amerika Serikat.

Direktur PT Adi Pratama Indonesia Raymond Tedjokusumo mengatakan pihaknya melihat potensi penjualan CCTV Camera sangat baik, hingga akhirnya perusahaan mendapatkan pesanan dari pembeli di Amerika Serikat (AS).

Ke depannya, perusahaan berharap bisa ekspor juga produk NVR, UVR, dan IPC Camera.

Adapun jumlah CCTV Camera yang diekspor perdana ke Amerika Serikat, sebanyak 1.488 set atau 11.904 unit. Perusahaan pun kini mengincar beberapa negara tujuan ekspor lainnya, seperti Eropa, Turki, Iran, India, Brasil, dan Rusia.

“Kami telah melakukan peningkatan kualitas dan standar produksi, agar produk yang kami hasilkan dapat diterima di pasar AS. Selain itu, hal tersebut meningkatkan omzet penjualan dan kinerja pada SDM kami,” katanya melalui siaran pers, Jumat (14/2/2020).

Raymond menilai pemerintan dengan program dan kegiatan strategisnya, telah semakin gencar untuk mendorong pelaku industri nasional, termasuk sektor elektronik, agar bisa tumbuh dan berkembang serta punya orientasi ekspor.

Dia berharap agar para eksportir juga dapat diberikan fasilitas kemudahan impor bahan baku dengan baik. Dengan adanya fasilitas kemudahan impor, rencana dan waktu produksi kami bisa berjalan tepat waktu.

"Saat ini, kami juga melakukan impor barang material menggunakan fasilitas KITE [Kemudahan Impor Tujuan Ekspor],” ujarnya.

Sementara itu, PT Adi Pratama Indonesia baru berdiri sejak 2015. Awal mulanya perusahaan ini melakukan perakitan untuk menciptakan produk telepon seluler dan PC Tablet. Kemudian berkembang memproduksi CCTV Camera serta DVR/NVR/UVR pada tahun 2017.

Sisi lain, Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian R. Janu Suryanto mengatakan mengatakan industri elektronik di dalam negeri terus didorong untuk menembus dan memperluas pasar ekspor. Salah satu tujuan memang ke Amerika Serikat, sebagai upaya merebut peluang dari dampak perang dagang dengan China.

Sepanjang 2019, ekspor produk industri pengolahan tercatat mampu menembus hingga US$126,57 miliar atau menyumbang sebesar 75,5 persen terhadap total ekspor Indonesia yang US$167,53 miliar.

Pada 2019 itu, nilai ekspor kelompok produk komputer, barang elektronik, dan optik mencapai US$1,1 miliar atau naik sedikit dibanding perolehan 2018 sebesar US$1 miliar.

Untuk itu, pemerintah bertekad untuk lebih menggenjot nilai ekspor nasional, terutama dari sektor industri, yang selama ini telah memberikan kontribusi paling besar.

Menurut Janu, peningkatan nilai pengapalan produk manufaktur dinilai cepat untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan sekaligus dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami meyakini, nilai ekspor dari produk elektronik kita akan meningkat di tahun ini,” ujar Janu.

Optimisme tersebut lantaran ceruk pasarnya masih terbuka lebar, termasuk ke negara nontradisional. Sedangkan, akibat perang dagang, membuat berkurangnya pasokan produk elektronik dari China ke Amerika Serikat.

Oleh karena itu, Kemenperin memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan elektronik di dalam negeri yang kian agresif mendobrak pintu ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elektronik
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top