Bank Indonesia: Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Meski Ada Wabah Virus Corona

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan pihaknya masih mengukur dampak penyebaran virus Corona dari China terhadap perekonomian Indonesia.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  18:54 WIB
Bank Indonesia: Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil Meski Ada Wabah Virus Corona
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan pihaknya masih mengukur dampak penyebaran virus Corona dari China terhadap perekonomian Indonesia.

"Saya belum bisa mengatakan itu [virus Corona] berpengaruh besar ke Indonesia. Kami mengindikasikan kejadian ini akan pulih dalam waktu paling cepat tiga bulan," seusai konferensi pers Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya, BI dan pemerintah masih fokus untuk menjaga situasi perekonomian nasional. Salah satu langkahnya yaitu dengan menjaga stabilitas harga melalui kebijakan impor yang terbuka.

Dia menilai pemerintah juga telah melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi masuknya virus Corona ke Indonesia.

"Dampak ke pasar keuangan tidak terlalu besar, [nilai tukar] rupiah tetap stabil. Jadi, jangan dilihat ini sebagai salah satu risiko yang permanen. Masih terlampau singkat jika menjadikan ini [virus Corona] sebagai salah satu skenario pelemahan ekonomi," ucapnya.

Nilai rupiah di pasar spot ditutup melemah 20 poin atau 0,15 persen ke level Rp13.694 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp13.672-Rp13.707 per dollar AS.

Sementara itu, indek dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,167 poin atau 0,17 persen ke level 98,882 pada Kamis (13/2/2020) pukul 15.54 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top