Peritel Akui Stok Gula Mulai Terbatas

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia menyebutkan stok gula di tingkat peritel mulai menipis sehingga berdampak kepada kenaikan harga komoditas tersebut.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  20:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) membenarkan adanya keterbatasan pasokan gula putih konsumsi.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, keterbatasan pasokan ini pun diiringi dengan kenaikan harga gula dari para distributor.

Menurutnya, pasokan gula yang terbatas tak lepas dari produksi gula yang belum mencukupi kebutuhan domestik.

"Kami dari ritel berharap segera ada normalisasi terhadap perdagangan gula. Kebutuhan gula per bulan sendiri 250.000 ton kurang terpenuhi karena produksi gula ada penurunan 10 persen tahun lalu dan sampai masa giling April pasokan ketat," kata Roy di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Harga dari distributor sendiri disebutnya telah berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Padahal, anggota Aprindo sendiri diharuskan tetap menjual sesuai HET.

"Kami tetap harus mengikuti harga jual sesuai HET di Rp12.500 per kilogram. Harga dari distributor setidaknya di kisaran Rp10.000 sampai Rp11.000 per kilogram, tapi sekarang bisa di atas HET," ujarnya.

Dia pun mengharapkan pemerintah dapat segera melakukan normalisasi dengan berbagai upaya. Di antaranya dengan menjaga pasokan mengingat permintaan cenderung tetap.

Sebelumnya, Asosiasi Gula Indonesia (AGI) melaporkan bahwa harga gula di tingkat retail dalam negeri cenderung stabil meski pada awal 2020 harga akan meningkat seiring adanya peningkatan harga lelang pada beberapa kasus yang mencapai Rp12.100 per kilogram.

Kendati demikian, Direktur Eksekutif AGI Budi Hidayat mengemukakan potensi kenaikan harga ini bakal akan dikendalikan oleh penetapan harga tertinggi oleh pemerintah melalui Surat Mendag Nomor 1171/M-DAG/SD/12/2019 senilai Rp12.500 per kilogram yang berlaku sampai 30 Juni 2020.

Terlepas dari hal ini, harga gula di tingkat konsumen terpantau menyentuh level Rp14.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga acuan yang diitetapkan. Staf Ahli AGI Yadi Yusriadi mengemukakan kenaikan ini juga turut dipengaruhi oleh makin menipisnya stok GKP jelang masa panen. Stok awal gula gula pada 2020 sendiri berada di angka 1,08 juta ton.

"Seperti sekarang kondisi [stok yang berkurang] tersebut mulai terasa, harga gula terpantau sudah mencapai Rp13.000 sampai Rp14.000 per kilogram dan sulit ditemukan di pasaran," kata Yadi pada Rabu (12/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gula, ritel

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top